SUARA CIANJUR - PERSIB memberikan kesempatan langka kepada para Bobotoh untuk mendapatkan diskon pembelian tiket pertandingan PERSIB melawan Madura United.
Diketahui, kabar ini telah diumumkan melalui postingan di akun Instagram resmi PERSIB. Dalam caption postingan tersebut, PERSIB mengajak para Bobotoh untuk mendukung laga lebih awal dan lebih baik dengan mendapatkan beragam diskon untuk pembelian tiket.
"Dapatkan beragam diskon untuk pembelian tiket #PERSIB vs Madura United lebih awal," tulis akun @persib dikutip cianjur.suara.com pada Jumat (30/6/2023).
PERSIB memberikan diskon sebesar 20% untuk pembelian tiket pada tanggal 29-30 Juni hingga pukul 23.59 WIB, serta diskon sebesar 10% untuk pembelian tiket pada tanggal 1 Juli hingga pukul 23.59 WIB.
Namun, PERSIB juga menekankan pentingnya menggunakan PERSIB App versi terbaru dan melakukan verifikasi akun sebelum membeli tiket.
Pembelian tiket hanya berlaku untuk versi Android PERSIB App 2.10.1 dan iOS PERSIB App 2.20. Namun, beberapa Bobotoh mengalami kendala dalam mengakses PERSIB App.
Diantaranya mereka mengeluhkan eror yang terjadi dalam aplikasi, yang menyulitkan proses verifikasi dan pembelian tiket.
Beberapa pengguna menulis keluhan mereka di komentar postingan, mengkritik kelambanan dalam menanggapi antusiasme Bobotoh dan menyoroti ketidaksiapan fasilitas yang disediakan.
"Sok-sok an pake aplikasi tapi SDM nya gak mampu menghadapi antusiasme bobotoh. Kalo jualan aja selalu dibangga-banggakan bobotoh yang paling banyak, tapi buat fasilitas gak siap," tulis akun @januariadi_
Baca Juga: Tak Mau Kalah dari Indonesia, Malaysia akan Datangkan Timnas Mesir dalam Ajang FIFA Matchday
"Niat jual tiket gak min, kok susah banget buat verifikasi udah beberapa kali coba, terus nunggu persetujuan ya ampun," tulis akun @donny_ap29
Selain itu, ada juga keluhan mengenai harga tiket yang dinilai tidak bersahabat bagi Bobotoh kalangan menengah ke bawah dan pelajar.
Beberapa Bobotoh menekankan pentingnya tidak menganggap kenaikan harga tiket sebagai sesuatu yang normal, mengingat ada Bobotoh yang masih berstatus sebagai pelajar atau belum bekerja.
"Ingat teman-teman jangan menormalisasikan kenaikan harga tiket, kasihan anak sekolah dan yang belum kerja," tulis akun @menetism12
Namun, ada juga pendapat yang membela kenaikan harga tiket dengan alasan agar penonton patuh pada peraturan dan tidak melakukan tindakan merusak, seperti membawa flare.
Beberapa Bobotoh menyatakan setuju dengan kenaikan harga tiket, dengan harapan harga tiket yang mahal dapat mengurangi tindakan-tindakan merusak yang sering terjadi di sekitar pertandingan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Holding Ultra Mikro BRI Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha di Indonesia
-
6 HP Midrange Terbaru Gahar Bersiap ke Indonesia: RAM 12 GB, AnTuTu Tembus 3 Juta
-
4 Zodiak yang Diprediksi Dapat Energi Positif dan Keberuntungan pada 8 Mei 2026
-
Memahami Dunia Anak Spesial: Review Novel Ikan Kecil yang Mengajarkan Empati Tanpa Menggurui
-
Suzuki Jimny Versi Listrik Mulai Kepergok Lakukan Uji Jalan di Medan Berat
-
Bocoran Assassin's Creed Invictus Dibantah Ubisoft: Drama Kebenaran di Era AI
-
Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Isu Telan Dana Rp25 M, Pemprov Kaltim Ungkap Rumah Dinas Gubernur Sebelum Renovasi
-
Kejati Kembali Periksa Eks Pj Gubernur Sulsel Kasus Korupsi Nanas