SUARA CIANJUR - Terdakwa Mario Dandy Satriyo (20) mengakui bahwa ia telah berbohong dalam berita acara pemeriksaan (BAP) di kepolisian terkait kasus penganiayaan terhadap korban David Ozora (17) di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mario dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari Selasa.
"Yang saya sampaikan saat BAP, itu bohong yang mulia," jujur Mario saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa.
Mario mengungkapkan bahwa keterangan yang ia sampaikan dalam BAP merupakan skenario yang ia ciptakan sendiri dengan tujuan agar terkesan bahwa Shane menjadi provokator yang membuatnya emosi dan akhirnya memukul korban David.
Selain itu, Mario juga mengaku bahwa saat menjalani BAP, ia mengira-ngira sendiri termasuk pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Shane untuk meminta perintah saat berada di tempat kejadian perkara (TKP).
Mario juga menyatakan bahwa peran Shane sebagai perekam video adalah atas perintahnya sendiri setelah turun dari mobil Rubicon di TKP.
Namun, hakim yang mendengar pengakuan tersebut menegaskan kembali apakah Mario benar-benar menyampaikan hal yang tidak benar dalam BAP.
Mario dengan tegas menjawab bahwa semua yang ditulisnya dalam BAP adalah bohong.
"Jadi, kamu amat berani di depan penyidik bohong?" tanya Hakim dengan tegas.
Baca Juga: Minta Sudahi Polemik JIS, Erick Thohir Ingin JIS Bisa Dipakai Piala Dunia U-17
"Saya bohong yang mulia. Sebenarnya dia enggak ngomong gitu. Dia diam saja di tempat kejadian perkara (TKP)," jawab Mario Dandy. (*)
(ANTARA)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan