SUARA CIANJUR - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kekinian mengaku tidak mengetahui adanya permintaan untuk menjadi negosiator dalam upaya pembebasan pilot Susi Air, Philip Mark Marthens, yang ditahan oleh Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat dan Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).
Komisioner Komnas HAM, Abdul Haris Semendawai, mengakui bahwa hingga saat ini, Komnas HAM Pusat belum menerima permintaan tersebut.
"Kami sampaikan dari awal, untuk memastikan apakah memang pernah ada permintaan ke Komnas Pusat belum ada permintaan itu," ungkap Semendawai dalam keterangannya kepada wartawan.
Meski demikian, Semendawai menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang perwakilan Komnas HAM Papua untuk terlibat sebagai negosiator jika mereka ingin turun tangan dalam upaya pembebasan Philip.
"Bukan melarang ya, ini tolong di bawah perwakilan Papua negosiasikan kami tidak sampai sejauh itu," tuturnya.
Semendawai juga menyampaikan bahwa Komnas HAM bersedia menjadi negosiator apabila diminta oleh TPNPB-OPM dan pihak pemerintah.
"Kita bisa saja mengusulkan, tapi lagi-lagi mediator itu diakui kedua belah pihak, dan sekali lagi kita sampaikan Komnas HAM siap menjadi mediator," jelasnya.
Sebelumnya, Komnas HAM Papua mengklaim telah diminta oleh TPNPB-OPM untuk menjadi negosiator dalam upaya pembebasan Philip.
Ketua Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, menyampaikan bahwa permintaan tersebut telah dilayangkan oleh TPNPB-OPM dua bulan setelah penyanderaan Philip terjadi.
Frits mengungkapkan bahwa Komnas HAM Papua telah melakukan upaya negosiasi dengan TPNPB-OPM, yang berhasil menunda ancaman penembakan terhadap Philip pada tanggal 1 Juli lalu. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Dipukul dan Dilempar Air saat Diskusi UGM Ricuh, Sudaryono: Kami Tidak Kabur, Malah Duduk di Aspal!
-
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Pekanbaru Hujan Ringan, Padang Hujan Petir
-
Pendangkalan Sungai Hambat Aktivitas Nelayan di Padang
-
5 Rekomendasi Anime Baru di Summer 2026, Ada Remake Ghost in the Shell!
-
Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Berjanji Tak Malas Ikut Bertahan Jelang Prancis vs Senegal
-
46 Kode Redeem FF Terbaru 16 Juni 2026: Bocoran Update Anniversary dan Sikat Fist Split Eclipse
-
Diskusi di UGM Digeruduk Mahasiswa! Menteri Nusron dan Sudaryono Dievakuasi Mobil Patroli
-
Habis Berapa Miliar? Intip Isi Souvenir Mewah Pernikahan Jennifer Coppen
-
Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026
-
5 Cushion di Bawah Rp100 Ribu yang Awet dan Minim Oksidasi, Cocok untuk Makeup Harian