SUARA CIANJUR - Diketahui bahwa BUMN kali ini berhasil mengumpulkan dividen yang cukup besar, dibawah kepemimpinan Erick Thohir.
Dalam sebuah postingan di akun Instagramnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan bahwa BUMN kali ini berhasil mengumpulkan dividen yang cukup besar.
Melalui caption yang dituliskan, Erick Thohir menjelaskan bahwa selama tiga tahun membangun BUMN, dia telah menciptakan fondasi yang kuat untuk memberikan manfaat besar kepada masyarakat.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perbaikan sistem telah menghasilkan hasil positif bagi BUMN.
"Selama 3 tahun membangun BUMN, saya membuat pondasi yang kokoh agar bisa memberikan manfaat besar kepada masyarakat. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perbaikan sistem, telah memberikan hasil positif untuk BUMN," tulis Erick Thohir.
"Alhamdulillah kerja keras di BUMN bisa memberikan dividen Rp80,6 triliun, yang tertinggi sepanjang sejarah. Dividen ini dimanfaatkan untuk program pemerintah termasuk pemberian bantuan sosial," lanjutnya.
Diketahui juga bahwa dividen ini akan dimanfaatkan untuk program pemerintah, termasuk pemberian bantuan sosial.
Postingan tersebut tentu menarik perhatian warganet yang juga memberikan komentar mereka.
Beberapa warganet memberikan apresiasi terhadap kerja keras Erick Thohir dan melihat hasil keuntungan BUMN sebagai hasil karyanya.
Namun, ada juga komentar yang mempertanyakan tentang sumber keuntungan yang diperoleh dari PMN selama tiga tahun dan berharap ada keadilan dalam pembagian dividen.
"Wahh pasti hasil keuntungan dari BUMN karyanya pak erick," tulis akun @gilang***.
"Dari PMN 3 tahun berapa pak? Biar fair," tulis akun @asb***.
Selain itu, ada pula komentar yang mempertanyakan jumlah dividen yang diberikan, mengingat BUMN berasal dari negara yang begitu besar, sehingga jumlah dividen sebesar 80 triliun Rupiah dianggap relatif kecil.
"Kok bisa ya, BUMN yang begitu banyak dari negara yang begitu besar dividennya cuma 80 T?," tulis akun @sus***.
Komentar lain menyoroti penggunaan dana BUMN yang dianggap tidak efektif, terutama dalam pengeluaran kementerian yang dianggap tidak memberikan manfaat yang signifikan dan proyek-proyek yang tidak berjalan dengan baik.
Berita Terkait
-
Berimbas Terhadap Kemajuan Pariwisata Indonesia, Erick Thohir Sebut MotoGP 2023 Kembali Digelar di Sirkuit Mandalika
-
Lajunya Terhenti di Semifinal Piala AFF U19 Woman Championship 2023, Erick Thohir Tetap Dukung Timnas Wanita Indonesia: Ayo Bangkit, Garuda Pertiwi!
-
Erick Thohir Kena Sentilan Keras Soal Pungli Seleksi Wasit, Pengamat Beberkan Fakta Mencengankan!
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Buntut Tamara Bleszynski Tak Dampingi Teuku Rassya di Pelaminan, Mantan Suaminya Dihujat
-
Awas Wajah Rusak! Bareskrim Bongkar 'Pabrik' Skincare Bermerkuri di Bogor, Dijual Murah Rp35 Ribu
-
Anak Presiden Uganda Ancam Erdogan: Kirim Cewek Cantik untuk Saya atau Diplomat Anda Diusir
-
Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T
-
IDAI Ingatkan Risiko Tinggi Balita Mendaki Gunung Usai Kasus Hipotermia di Ungaran
-
Akses Ditutup Ahli Waris, 8 Ruang Kelasa di SDN Bunisari Tak Bisa Dipakai
-
Pejabat Imigrasi Kepri dan Batam Dicopot Imbas Skandal Pungli
-
Bukan Sekadar Rumah Adat Dayak, Radakng Samilik Dibangun Rp1,5 Miliar, Ini Keunikannya
-
Prabowo Bertemu Putin di Moskow, Kedua Negara Bahas Penguatan Kemitraan Strategis
-
Sisi Gelap Bertahan dalam Luka yang Digambarkan Lagu Berkaca-kaca