/
Sabtu, 15 Juli 2023 | 11:30 WIB
Erick Thohir bahas event Moto GP di Sirkuit Mandalika dan hubungannya dengan kemajuan pariwisata Indonesia (PSSI)

SUARA CIANJUR - Diketahui bahwa BUMN kali ini berhasil mengumpulkan dividen yang cukup besar, dibawah kepemimpinan Erick Thohir.

Dalam sebuah postingan di akun Instagramnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan bahwa BUMN kali ini berhasil mengumpulkan dividen yang cukup besar.

Melalui caption yang dituliskan, Erick Thohir menjelaskan bahwa selama tiga tahun membangun BUMN, dia telah menciptakan fondasi yang kuat untuk memberikan manfaat besar kepada masyarakat.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perbaikan sistem telah menghasilkan hasil positif bagi BUMN.

"Selama 3 tahun membangun BUMN, saya membuat pondasi yang kokoh agar bisa memberikan manfaat besar kepada masyarakat. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perbaikan sistem, telah memberikan hasil positif untuk BUMN," tulis Erick Thohir.

"Alhamdulillah kerja keras di BUMN bisa memberikan dividen Rp80,6 triliun, yang tertinggi sepanjang sejarah. Dividen ini dimanfaatkan untuk program pemerintah termasuk pemberian bantuan sosial," lanjutnya.

Diketahui juga bahwa dividen ini akan dimanfaatkan untuk program pemerintah, termasuk pemberian bantuan sosial.

Postingan tersebut tentu menarik perhatian warganet yang juga memberikan komentar mereka.

Beberapa warganet memberikan apresiasi terhadap kerja keras Erick Thohir dan melihat hasil keuntungan BUMN sebagai hasil karyanya.

Baca Juga: Alberto Rodriguez Ikut Nimbrung soal Polemik Bobotoh yang Boikot Datang ke Stadion, Saya Tidak Tahu Permasalahannya!

Namun, ada juga komentar yang mempertanyakan tentang sumber keuntungan yang diperoleh dari PMN selama tiga tahun dan berharap ada keadilan dalam pembagian dividen.

"Wahh pasti hasil keuntungan dari BUMN karyanya pak erick," tulis akun @gilang***.

"Dari PMN 3 tahun berapa pak? Biar fair," tulis akun @asb***.

Selain itu, ada pula komentar yang mempertanyakan jumlah dividen yang diberikan, mengingat BUMN berasal dari negara yang begitu besar, sehingga jumlah dividen sebesar 80 triliun Rupiah dianggap relatif kecil.

"Kok bisa ya, BUMN yang begitu banyak dari negara yang begitu besar dividennya cuma 80 T?," tulis akun @sus***.

Komentar lain menyoroti penggunaan dana BUMN yang dianggap tidak efektif, terutama dalam pengeluaran kementerian yang dianggap tidak memberikan manfaat yang signifikan dan proyek-proyek yang tidak berjalan dengan baik.

"Sakit hati enggak pak Erick Thohir cari laba dengan kerja keras, tapi duitnya dihambur-hamburkan kementerian-kementrian itu tuh dengan belanja barang-barang unfaedah," tulis akun @suwI***.

"Juga rongsokan dengan membahayakan pilot-pilot pesawat tempur yang mahal biaya pendidikannya dan sulit menemukan calon-calon pilot yang memenuhi kualifikasi tinggi. Proyek-proyek mangkrak yang seharusnya bisa mencerdaskan anak bangsa," lanjutnya.

Komentar-komentar dari warganet tersebut mencerminkan berbagai pandangan dan pendapat terkait hasil keuntungan BUMN yang dikumpulkan.

Sebagian memberikan apresiasi, sementara yang lain mengajukan pertanyaan dan kritik terhadap penggunaan dana tersebut.

Hal ini menunjukkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan BUMN serta perlunya dialog yang terbuka antara pihak-pihak terkait untuk menjawab pertanyaan dan merespon kritik dari masyarakat.(*)

Load More