/
Sabtu, 15 Juli 2023 | 18:00 WIB
Sebagian besar masyarakat mengekspresikan ketidaksetujuan terhadap keterlibatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam urusan politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. (ANTARA/HO-Biro Pers Setpres)

SUARA CIANJUR - Mayoritas publik menunjukkan penolakan terhadap campur tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam urusan politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hasil survei terbaru dari Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) mengungkapkan hal tersebut.

Institut tersebut melakukan survei untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai sikap Presiden Jokowi dalam Pilpres 2024, apakah seharusnya bersikap netral, abu-abu, atau tidak netral.

Khoirul Umam, Direktur Eksekutif Indostrategic, menjelaskan bahwa sekitar 64,6 persen responden berharap Presiden Jokowi dapat bersikap netral.

Hal ini dianggap penting untuk menjaga pemilu yang adil, demokratis, dan tidak menciptakan ketidakadilan akibat dukungan Presiden terhadap pihak tertentu.

“Mayoritas masyarakat sekitar 64,6 persen responden berharap Presiden Jokowi bisa bersikap netral. Ini tentu memiliki korelasi positif terhadap hadirnya pemilu adil, demokratis dan tidak menciptakan nuansa ketidakadilan karena keberpihakan presiden terhadap satu atau dua pihak tertentu,” jelas Umam.

Survei tersebut menunjukkan kekhawatiran masyarakat terhadap pengaruh Presiden dalam Pilpres yang dapat mengarah pada ketidakadilan.

Masyarakat menginginkan pemilihan yang berjalan dengan transparan dan merujuk pada kepentingan umum, bukan kepentingan pribadi atau kelompok. (*)

Baca Juga: Bantah Kabar Pratama Arhan Pindah ke Persija, Dusan Bogdanovic: Dia Berkembang dengan Sangat Baik

Load More