SUARA CIANJUR – Yunifah Lismawati, ibunda Oki dikabarkan kembali masuk rumah sakit pasca kedatangannya melaksanakan ibadah haji.
Bukan hanya itu, ibunda Ria Ricis tersebut sempat mengalami henti nafas karena serangan jantung hingga memerlukan perawatan serius selama 11 hari di tanah suci.
Bersyukurnya, kini sang ibunda diperbolehkan untuk pulang ke Indonesia meskipun harus tetap menjalankan perawatan setibanya di tanah air.
“Sekarang sudah di ruangan ICU, sudah dalam keadaan yang lebih stabil alhamdulillah,” terang Oki Setiana Dewi.
Diketahui bahwa pemicu sakitnya ibunda tersayang Ria Ricis adalah karena ada penyakit yang sudah menyertai sejak 17 tahun lalu.
“Kondisinya, ibu memang autoimun sejak 17 tahun lalu. Jadi mungkin ada penyakit bawaan yang menyertai,” tambah Oki.
Selain itu, disebutkan juga bahwa kondisi cuaca yang berbeda di Kota Mekkah memicu dehidrasi hingga akhirnya Yunifah Lismawati berakhir tumbang.
“Karena mungkin suhu 45 sampai 47 derajat, dehidrasi, kurang makan, sehingga dibawa ke kantor haji Indonesia,” imbuhnya lagi.
Meskipun begitu, perkembangan kondisi Ibunda Ricis dan Oki kini berangsur membaik meskipun sempat stress dan berontak saat masuk ICU.
Meski mengalami rangkaian hal tidak terduga yang menyangkut kesehatan, Yunifah tetap berhasil menyelesaikan ibadah hajinya. (*)
(*/Haekal)
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo
-
Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor
-
Skandal Suap BPK Meluas, KPK Endus Pengondisian Audit Tak Hanya di Muara Enim
-
Potret RDF Rorotan, 'Pabrik' yang Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar
-
Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
-
Menhub Bantah Intimidasi Sopir Bus Kopaja yang Dipesan BEM UI Sebelum Aksi
-
Bisnis Judi di Singapura Memanas, Berebut Penjudi Kakap dari China hingga Indonesia
-
Pramono Rotasi Tujuh Pejabat Eselon II DKI, Singgung Soal Penyegaran dan Penyempurnaan
-
Ulasan Black Beauty: Kisah Seekor Kuda tentang Kebaikan dan Kemanusiaan
-
Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas