SUARA CIANJUR - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengungkit masalah tragedi Kanjuruhan. Dirinya menyatakan sangat mendukung upaya maksimal penegakan hukum dalam tragedi yang menyebabkan banyak nyawa hilang.
"Kami akan dorong adanya hukuman maksimal, tanpa harus berpolemik siapa. Kita ada sistem pengadilan, pengadilan lah yang memproses," ujar Erick Thohir, dikutip dari laman resmi PSSI, Kamis (27/7/2023).
Selanjutnya, pria yang akrab disapa Etho tersebut menyatakan bahwa pihaknya akan mendorong adanya hukuman tanpa adanya intervensi.
"Kami tidak dapat mengintervensi sistem peradilan, tetapi kami mendorong sanksi itu," lanjut Erick.
Sementara itu, Erick Thohir menyatakan rasa empati terhadap para keluarga korban Kanjuruhan. Menurutnya tak ada yang bisa menggantikan nyawa.
"Kehilangan keluarga bukan hal mudah, itu perlu diakui. Apapun effort-nya tidak ada imbangannya," sambungnta.
Bahkan, Erick Thohir mengatakan uang sumbangan yang diberikan pun tidak bisa menggantikan nyawa yang telah hilang.
"Saya bikin konser amal ke Bekasi, kita kumpulkan dana sumbangan, dan sumbangannya telah kami sampaikan, bahkan keluarga korban pun kami undang. Apakah itu bisa cukup? Tentu tidak," ungkapnya.
Seperti yang diketahui, pada akhir tahun 2022, sepak bola Indonesia dihebohkan dengan tragedi yang menyayat hati. Saat itu, terjadi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan yang mengakibatkan banyak nyawa yang hilang. (*)
Baca Juga: Suporter Dilarang ke Stadion, Erick Thohir: Dengan Kerendahan Hati, Mohon Sabar!
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN