SUARA CIANJUR - Pesantren Gentur, sebuah lembaga pendidikan Islam yang telah mengukir jejaknya dalam sejarah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merupakan cerminan dari keberlanjutan kearifan lokal dan tradisi intelektual Islam di wilayah ini.
Pesantren Gentur memiliki akar sejarah yang panjang dan mulia. Didirikan pada abad ke-18, pesantren ini berawal dari inisiatif tokoh agama dan intelektual di masa itu, yaitu sosok yang bernama KH. Ahmad Syathibi bin Muhammad Sa'id Al-Qonturi atau yang kerap disapa dengan Mama Gentur.
Kisah menarik terjadi tatkala Mama Gentu memulai perjalanan mencari Ilmunya di Pesantren Bojong, Garut. Saat pertama kali masuk, beliau disumpah tidak memiliki ilmu sihir. Setelah melaksanakan sumpah, barulah Mama Gentur diterima menjadi santri di Pesantren Bojong pimpinan Syekh Muhammad Adzro’i.
Hanya dalam waktu 40 hari mondok di Bojong beliau sudah hafal kitab Yaqulu (Nazom Maqsud, dalam ilmu shorof), Kailany (ilmu shorof), Amrithy (ilmu nahwu), Alfiyah (ilmu nahwu dan shorof), Samarqondy (ilmu bayan), dan Jauhar Maknun (ilmu ma’ani, bayan dan badi).
Dari kisah awal yang menarik ini, Mama Gentur melesat menjadi ulama terkemuka di Kabupaten Cianjur, dan Jawa Barat. Pesantren Gentur telah menjadi pusat pembelajaran Islam yang berperan dalam menyebarkan ajaran agama dan mengembangkan pemikiran Islam yang moderat dan toleran di wilayah Cianjur.
Selama perjalanan sejarahnya, pesantren ini telah menghasilkan banyak ulama dan cendekiawan Islam yang memberikan kontribusi besar bagi masyarakat dan umat Islam secara luas. pesantren ini mendorong perkembangan intelektual santri agar dapat berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan, baik di dalam maupun di luar lingkungan pesantren. (*)
Sumber: Laduni.id
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Belum Move On dari The Art of Sarah? Ini 7 Serial Barat Penuh Tipu Daya yang Wajib Ditonton!
-
Irit Mana antara Toyota Avanza vs Rush? Intip Pula Komparasi Harganya
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
Kemenpora Buka Layanan Pengaduan Korban Pelecehan, Hubungi Email atau Nomor Telepon Ini
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
Kemenpora Dukung Investigasi Dugaan Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun