SUARA CIANJUR - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong baru-baru ini menjelaskan mengenai perannya sebagai juru taktik punggawa Garuda. Ia menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang pemain bola yang baik hal yang lebih dulu harus diperhatikan adalah sikap atau attitude.
Tidak banyak yang mengetahui bahwa Shin Tae Yong adalah pelatih yang sangat menggaris bawahi persoalan sopan santun, saling respect antar pemain, juga soal kedisiplinan dalam bermain bola.
"Sebelum jadi pemain bola kita harus menjadi manusia dulu," kata Shin Tae Yong dikutip dari Kanal YouTube Pebasket Sombong pada Senin (31/7/2023).
"Harus sama-sama menghargai dan sama-sama respect, oleh karena itu sebelum membicarakan soal bola, kita harus jadi manusia yang baik dulu," sambungnya.
Lebih lanjut, Juru Taktik Asal Korea Selatan ini juga menjelaskan mengenai posisinya sebagai pelatih di Timnas Indonesia, hingga kode mengenai kelanjutan kontrak kerjanya. Ia mengakui bahwa hingga saat ini belum ada rencana dirinya untuk meninggalkan Indonesia.
"Jujur hingga saat ini belum ada rencana untuk pergi dari Indonesia," jelas Shin Tae Yong.
"Dan apa yang dibicarakan dengan Pak Erick belum ada pembicaraan mengenai masalah pergi atau tinggalkan Indonesia," sambungnya.
Meskipun begitu, sebagai pelatih Shin Tae Yong menjelaskan jika dirinya memiliki beberapa target yang harus dirinya capai sebelum meninggalkan Indonesia, yakni lolos kualifikasi Piala Dunia 2026 dan yang kedua lolos di Olympic Paris.
Seperti yang diketahui bahwa kontrak Shin Tae Yong sendiri sebagai pelatih Timnas Indonesia akan berakhir pada Desember 2023 ini, namun dengan kode yang diberikan olehnya dan juga target yang ingin ia capai bersama punggawa Garuda, tidak menutup kemungkinan bahwa kontraknya akan diperpanjang.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
El Nino 2026 Ancam Pertanian, Air Bersih hingga Karhutla
-
Sabet 15 Medali di Malaysia, MMA Indonesia Makin Siap Tempur di Asian Games 2026
-
Buruh India 'Gali Kuburan Sendiri', Ajari Robot AI untuk Gantikan Posisi Pekerjaan Mereka
-
Mazda CX-30 Jadi Mobil Pertama Rakitan Dalam Negeri yang Debut di GIIAS 2026
-
Dari Rp500 Ribu Jadi Skandal Rp24,5 Miliar: Begini Cara "Orang Dalam" Bobol BPJS Ketenagakerjaan
-
Purbaya Bantah Jadi Calon Gubernur BI, Klaim Bersyukur Dikasih Jabatan Menkeu
-
Tenggat PP Kesehatan Terlewati, Pemerintah Dikritik Tak Taat Konstitusi soal Pengendalian Rokok
-
Kemendagri Dukung Penguatan Pembiayaan Perumahan untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah di Jawa Timur
-
Review Drama Alice in Borderland, Teka-Teki Permainan Kartu yang Mematikan
-
Kejagung Geledah Empat Perusahaan Milik Don Ritto Terkait Kasus Febrie Adriansyah