- Menteri Keuangan Purbaya membantah rumor pencalonannya sebagai Gubernur Bank Indonesia di Kantor LPS pada Selasa, 4 Agustus 2026.
- Purbaya menegaskan tidak baik mengubah sistem sekarang dan memilih memperbaiki kinerja lembaga keuangan demi sinergi kebijakan optimal.
- Purbaya mengungkap penjelasan DPR bahwa Bank Sentral dapat diberi peringatan keras karena Presiden saja bisa ditegur.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah soal dirinya masuk calon Gubernur Bank Indonesia. Ia justru mempertanyakan balik kenapa dirinya disuruh masuk BI.
"Enggak. Kenapa Anda menyuruh saya ke BI? Enggak," kata Menkeu Purbaya di Kantor LPS, dikutip Selasa (4/8/2026).
Bendahara Negara mengakui kalau dirinya memang kerap masuk bursa jabatan apapun, tak terkecuali Gubernur BI. Namun itu hanya rumor karena tak pernah terealisasi.
Bahkan Purbaya justru bersyukur karena diberikan jabatan sebagai Menteri Keuangan.
"Kalau setiap bursa itu nama saya selalu masuk ke mana-mana, tapi enggak pernah jadi. Jadi saya di sini sudah syukur lah," lanjutnya.
Sekadar informasi, nama Purbaya Yudhi Sadewa santer dikabarkan jadi calon kuat Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan tersebut. Adapun Posisi Gubernur BI digantikan oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti.
"Per kemarin, secara resmi, kami menerima surat pengunduran diri Gubernur BI kepada Bapak Presiden," kata Mensesneg Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers, Senin (27/7/2026).
Untuk selanjutnya, kata Prasetyo Hadi, surat pengunduran diri akan ditindaklanjuti dan diterbitkan surat ketetapan atas dirinya. Sesuai UU BI, kata Prasetyo Hadi, posisi Gubernur BI akan dijabat oleh Deputi Gubernur Senior.
"Yang selanjutnya akan menjabat sebagai Gubernur BI Sementara, yang dimaksud Gubernur Senior adalah Ibu Destry Damayanti," ujarnya.
Baca Juga: Purbaya Tunggu Restu Prabowo soal Nasib Sisa Anggaran DBH Rp 70 T ke Pemda
Sementara itu Destry turut memastikan seluruh fungsi dan kewenangan Bank Indonesia tetap berjalan normal. BI, kata dia, akan tetap fokus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, stabilitas sistem pembayaran, serta stabilitas sistem keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Berita Terkait
-
Purbaya Tunggu Restu Prabowo soal Nasib Sisa Anggaran DBH Rp 70 T ke Pemda
-
Direstui Prabowo-DPR, Purbaya Bakal Datangi Kementerian-Lembaga Jika Lelet Belanja
-
Rupiah Menguat, BI Tahan Suku Bunga dan Perkuat Intervensi Pasar Valas
-
Purbaya Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Melambat di Triwulan II 2026
-
Kerja Keras Tahan Rupiah Melemah, Gimana Kondisi Cadangan Devisa
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
El Nino 2026 Ancam Pertanian, Air Bersih hingga Karhutla
-
Sabet 15 Medali di Malaysia, MMA Indonesia Makin Siap Tempur di Asian Games 2026
-
Buruh India 'Gali Kuburan Sendiri', Ajari Robot AI untuk Gantikan Posisi Pekerjaan Mereka
-
Mazda CX-30 Jadi Mobil Pertama Rakitan Dalam Negeri yang Debut di GIIAS 2026
-
Dari Rp500 Ribu Jadi Skandal Rp24,5 Miliar: Begini Cara "Orang Dalam" Bobol BPJS Ketenagakerjaan
-
Purbaya Bantah Jadi Calon Gubernur BI, Klaim Bersyukur Dikasih Jabatan Menkeu
-
Tenggat PP Kesehatan Terlewati, Pemerintah Dikritik Tak Taat Konstitusi soal Pengendalian Rokok
-
Kemendagri Dukung Penguatan Pembiayaan Perumahan untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah di Jawa Timur
-
Review Drama Alice in Borderland, Teka-Teki Permainan Kartu yang Mematikan
-
Kejagung Geledah Empat Perusahaan Milik Don Ritto Terkait Kasus Febrie Adriansyah