SUARA CIANJUR - Indonesia memiliki sejumlah tempat bersejarah yang menyimpan cerita-cerita misterius, dan salah satu yang paling menarik adalah Terowongan Lampegan di Cianjur, Jawa Barat.
Terowongan ini bukan hanya jalan penghubung antara Cianjur dan Sukabumi, tetapi juga menjadi tempat di mana muncul kisah-kisah horor yang memikat perhatian para pencinta misteri. Mari kita masuki dunia gelap Terowongan Lampegan dan simak kisah mencekam di baliknya.
Sejarah dan Latar Belakang
Terowongan Lampegan terletak di kawasan Cianjur yang sejuk dan indah. Meskipun tampak seperti struktur umum lainnya, terowongan ini memiliki aura yang berbeda. Dibangun oleh Perusahaan Kereta Api Negara Staatspoorwegen (SS) pada masa penjajahan Belanda 1879–1882, terowongan ini memiliki sejarah panjang yang mencakup banyak peristiwa penting.
Namun, seiring berjalannya waktu, terowongan ini mulai dikenal karena kisah-kisah horor yang berkembang di sekitarnya.
Kisah-Kisah Mistis
Terowongan Lampegan telah menjadi saksi bisu dari berbagai cerita mistis yang membuat bulu kuduk merinding. Salah satu kisah yang sering disebutkan adalah penampakan sosok Nyi Sadea. Sosok tersebut adalah perempuan yang hilang sesaat setelah peresmian terowongan ini dilakukan.
Kabarnya, Nyi Sadea adalah tumbal dari Pembangunan terowongan tersebut. Namun, di sisi lain ada juga yang beranggapan bahwa Nyi Sadea hilang karna mati dibunuh dan ditanam di salah satu dinding terowongan.
Selain itu, beberapa masyarkaat yang melewati terowongan ini melaporkan pengalaman aneh seperti mesin kendaraan yang tiba-tiba mati, lampu kendaraan yang redup tanpa alasan yang jelas, dan suara-suara aneh yang terdengar di tengah malam.
Baca Juga: Senior Pembunuh Mahasiswa UI Tertekan Aset Kripto Rugi Rp80 Juta, Utang Pinjol Rp15 Juta
Sensasi dingin yang tidak wajar juga sering dirasakan oleh mereka yang melintas di dalam terowongan ini, meskipun cuaca di luar terowongan terasa normal.
Daya Tarik dan Tantangan
Terowongan Lampegan telah menjadi tempat yang menarik minat banyak orang, baik pencinta misteri maupun para penjelajah berani. Meskipun diliputi kisah-kisah horor yang menyeramkan, banyak orang tetap tertarik untuk menguji keberanian mereka dengan melewati terowongan ini pada malam hari.
Mungkin ada yang ingin mencari bukti nyata tentang pengalaman supernatural, sementara yang lain mungkin ingin merasakan adrenalin dari sensasi ketegangan yang dihadirkan oleh kisah-kisah mistis. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal