- Danantara Indonesia berencana membeli 40,12 persen saham Bursa Efek Indonesia senilai Rp517,5 miliar pada September 2026.
- Presiden Prabowo Subianto menyetujui demutualisasi Bursa Efek Indonesia agar pasar modal nasional mampu bersaing secara global.
- Pihak Danantara Indonesia menyatakan proses pembelian saham tersebut masih dalam kajian internal dan uji tuntas lanjutan.
Suara.com - Danantara Indonesia berencana menggenggam hampir mayoritas saham Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini terungkap dalam dokumen pertemuan dengan dengan pemegang saham yang berlangsung pada, Rabu, 9 September 2026.
Mengutip dokumen tersebut, Selasa (15/9/226), Danantara akan mengoleksi sekitar 40,12 persen saham BEI atau 69 lembar saham.
BEI mencatat, harga nominal saham perseroan ditetapkan sebesar Rp7,5 miliar per lembar, baik sebelum maupun sesudah right issue. Dengan, demikian Danantara akan mengeluarkan dana sebesar Rp517,5 miliar untuk menjadi pemegang saham BEI.
Setelah aksi korporasi tersebut, total pemegang saham BEI akan menjadi 93 pihak, terdiri dari satu DIM, 88 pemegang saham Anggota Bursa, dan empat pemegang saham non-Anggota Bursa.
Untuk diketahui, sebelum right issue pada Juni 2026, sebanyak 90 lembar saham atau 87,38 persen saham BEI dimiliki Anggota Bursa. Setelah right issue, kepemilikan Anggota Bursa diproyeksikan menjadi 88 lembar atau 51,16 persen.
Menanggapi dokumen tersebut, Danantara Indonesia mengklaim, proses pembelian saham BEI masih berlangsung dan belum final. Sebab masih dalam kajian internal, serta masih dilakukannnya uji tuntas
"Oleh karena itu, informasi yang beredar bukan merupakan representasi posisi maupun keputusan akhir Danantara Indonesia. Setiap perkembangan material akan disampaikan melalui saluran komunikasi resmi sesuai ketentuan yang berlaku," tulis Tim Komunikasi Danantara Indonesia dalam keterangannya.
Direstui Prabowo
Presiden Prabowo Subianto menyetujui rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam demutualisasi ini, pemegang saham BEI tak hanya dimiliki oleh sekuritas dan anggota bursa saja, tetapi pihak lain.
Prabowo menilai, Demutualisasi BEI ini agar pasar modal Indonesia bisa bersaing dengan bursa saham negara lain.
"Dalam upaya membangun bursa yang kredibel, Otoritas Jasa Keuangan juga telah melakukan reformasi terbesar dalam sejarah bursa saham kita. Mereka yang melanggar aturan bursa diberi sanksi," ujarnya seperti dikutip, Minggu (16/8/2026).
Prabowo menyebut, demutualisasi ini juga bisa membawa BEI sebagai bursa saham salah satu terbesar di Dunia.
"Demutualisasi akan membawa pasar modal Indonesia ke standar dunia dan menjadikan pasar modal Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia," bebernya.