SUARA CIANJUR - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dengan tegas mengingatkan dunia tentang urgensi krisis iklim dalam pertemuan puncak KTT Iklim di New York pada tanggal 20 September. Dalam pidatonya, Guterres menyebut bahwa krisis iklim telah membuka pintu neraka, menunjukkan betapa seriusnya tantangan ini bagi seluruh umat manusia.
“Umat manusia telah membuka pintu neraka,” ujar Guterres, dikutip dari laman Instagram @geo.rof, Jumat (6/10/2023).
Namun, ironisnya, negara-negara pencemar utama seperti Tiongkok dan Amerika Serikat memilih untuk tidak hadir dalam pertemuan tersebut.
Pentingnya KTT Iklim tidak dapat dipandang remeh. Ini adalah kesempatan bagi pemimpin dunia untuk bersatu dalam upaya menghadapi perubahan iklim yang semakin mendesak. Namun, absennya Tiongkok dan Amerika Serikat, dua negara dengan emisi karbon terbesar di dunia, meninggalkan banyak pertanyaan tentang komitmen global untuk mengatasi krisis ini.
Sementara itu, Inggris juga menjadi sorotan dalam pertemuan ini karena membatalkan kebijakan yang sebelumnya diumumkan untuk membantu pengurangan emisi karbon. Keputusan tersebut menunjukkan betapa sulitnya menjaga konsistensi dalam komitmen untuk mengurangi dampak perubahan iklim.
Krisis iklim telah menjadi ancaman yang tak terelakkan bagi kita semua. Dampaknya tidak hanya dirasakan dalam perubahan cuaca ekstrem dan kenaikan permukaan air laut, tetapi juga dalam konflik, migrasi, dan ketidaksetaraan yang semakin memburuk. KTT Iklim adalah panggilan kepada seluruh dunia untuk beraksi sekarang sebelum terlambat.
Ketidakhadiran negara-negara utama dalam pertemuan ini menunjukkan perlunya upaya lebih besar dalam diplomasi iklim global. Dibutuhkan kerja sama yang kuat dan komitmen bersama dari seluruh negara untuk mengatasi tantangan yang semakin mendesak ini.
Kita semua memiliki tanggung jawab untuk melindungi planet ini dan memastikan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang. Krisis iklim bukanlah masalah yang bisa ditunda lagi. Pintu neraka telah terbuka, dan tindakan segera adalah satu-satunya jalan untuk menutupnya kembali. (*)
Baca Juga: Pesan Mas Dhito untuk Petani Mangga Podang: Jangan di Booster
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta
-
7 Sepatu Lari Lokal dengan Desain Paling Berani: Berani Pakai Warna Tabrak Saat Lari?
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Real Madrid Memanas! Federico Valverde Dilarikan ke RS Usai Baku-hantam dengan Tchouameni
-
Ditjen Hubla Kemenhub Digugat ke PTUN Jakarta Terkait Konsesi Alur Mahakam
-
Kompolnas Tak Persoalkan Polisi Buat Konten, Asal Bukan Live Streaming
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
TXT MOA CON Jepang Bisa Ditonton Live di Bioskop Indonesia, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China