Deli.Suara.com - Polda Sumatera Utara (Sumut) turun tangan membasmi geng motor yang telah meresahkan masyarakat di Kota Medan.
"Kita akan tindak tegas geng motor karena meresahkan," kata Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Selasa (12/8/2022).
Tatan menyampaikan, dari peristiwa penganiayaan yang dilakukan geng motor terhadap IRT di Jalan Pabrik Tenun, Medan Baru, pada Minggu 3 Juli 2022, pihaknya mengamankan lima tersangka, yakni RYD, FDS, JTP dan dua anak bawah umur, S dan RR.
Sedangkan aksi kekerasan di Jalan Antariksa, Medan Baru, pada Minggu 10 Juli 2022, diamankan dua pelaku anak di bawah umur berinisial A dan RR. Sedangkan korbannya M dan TA.
Polda Sumut dan jajaran memburu tujuh anggota geng motor yang telah melakukan penganiayaan secara bersama terhadap dua korban di tempat terpisah dan waktu berbeda.
"Kita memburu tujuh pelaku lagi yang melakukan penganiayaan secara bersama-sama terhadap korban," kata Tatan.
Tatan mengimbau kepada pelaku yang terlibat aksi penganiayaan segera menyerahkan diri, karena identitas mereka sudah diketahui.
Mereka termasuk ketua geng motor juga diimbau segera membubarkan diri karena akan ditindak tegas jika melakukan kejahatan.
"Kepada pelaku lain yang sudah diketahui identitasnya diimbau segera menyerahkan diri," tegasnya.
Baca Juga: Bawaslu Ajak TikTok Berantas Hoaks dan Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024
Tujuh pelaku yang masih diburu berasal dari dua kelompok, yaitu lima anggota geng STC yang menyerang seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Jalan Pabrik Tenun, Medan Baru.
Kemudian dua anggota geng motor Warung Kita-Kita (WK2) yang menyerang dua pemuda di salah satu kafe Jalan Antariksa, Medan Polonia.
Kedua geng motor ini beraksi secara rundown, menyasar setiap orang yang berkumpul. Mereka melintas kemudian menyerang setiap orang berkelompok. Aksinya dilakukan tidak menentukan waktu.
"Modusnya bergerombol, rundown menyerang setiap orang yang berkumpul (tidak ditentukan). Waktu beraksi tidak ditentukan, kapan saja," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Polisi Tangkap 5 Anggota Geng Motor Lukai Wanita di Jalan Pabrik Tenun Medan
-
Beringas Geng Motor di Medan Aniaya IRT hingga Luka-luka, 5 Pelaku Ditangkap
-
Aksi Geng Motor Makin Mengerikan, Remaja 17 Tahun Asal Purwakarta Tewas Mengenaskan
-
Beredar Video Kericuhan Warga Lawan Dua Bocah Diduga Anggota Geng Motor
-
Geng Motor Pengeroyok 3 Pemuda Banyuwangi Dibekuk, Ini Tampangnya Rata-rata Masih ABG
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Viral Pelayanan Jutek di Puskesmas Cisarua, Ini Respons Pimpinan
-
Persib vs PSM Makassar: 6 Poin Penting Pesan Pak Haji Umuh untuk Jaga Tahta Klasemen
-
3 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik Januari 2026, Kualitas Premium Cuma 300 Ribuan
-
'Satu Foto Sejuta Cerita' Dedie A. Rachim Terpukau oleh Karya Jurnalistik di APFI 2026
-
4 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaik untuk Bapak-Bapak di Mei 2026
-
Long Weekend Makin Nyaman, BSB Cash Bank Sumsel Babel Jadi Andalan Pengguna Tol dan LRT
-
Gaya 'Old Money' dengan Sepatu Lari Lokal: 5 Brand yang Tampil Mewah Tanpa Logo Mencolok
-
Waspada Hantavirus! Banten Pernah Catat 1 Kasus, Pintu Masuk Internasional Dijaga Ketat
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
Dedi Mulyadi Ingin Kembalikan Kawasan Batutulis Bogor Jadi Area Hijau dan Sejarah