Deli.Suara.com - Negara barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat diambang masuk ke dalam jurang resesi. Meski ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh positif, namun dampak resesi tetap mengancam perekonomian di tanah air.
"Dengan kondisi seperti ini saja kita sebagai rakyat biasa sangat merasakan dampak kenaikan harga. Disisi lain kenaikan penghasilan berjalan lambat atau justru tidak terjadi sama sekali," kata Pengamat Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin, Jumat (15/7/2022).
Ditambah lagi kondisi ancaman resesi saat ini, kata Gunawan, terjadi ledakan inflasi di negara besar yang jelas akan menggiring mereka masuk dalam krisis ekonomi baru, atau lebih dikenal dengan resesi.
"Data menunjukan bahwa ekonomi kita sejauh ini masih terlihat lebih baik dan kita semua mengetahuinya. Tetapi tidak ada yang bisa menggaransi bahwa resesi tidak akan merembet ke negara lain termasuk kita disini," ujarnya.
Karena mitra dagang Indonesia yang juga banyak diantaranya negara besar yang masuk jurang resesi, akan memberikan pukulan bagi ekonomi di Indonesia.
"Jadi memang sebaiknya kita mempersiapkan diri kita untuk kondisi yang terburuk, yakni kalau kalau resesi merembet kesini," kata Gunawan.
Lantas dengan ancaman resesi di depan mata apa saja langkah pencegahan yang harus dilakukan masyarakat?
Gunawan menjawab dengan kondisi yang sekarang ada baiknya kita sebagai masyarakat menengah bahwa melakukan sejumlah langkah penghematan.
Pertama, lakukan penghitungan ulang pengeluaran kita saat ini. Lakukan penyesuaian dengan pendapatan kita pada saat ini.
Baca Juga: Ivana Trump, Mantan Istri Donald Trump Meninggal Dunia
"Pengeluaran yang tidak perlu atau urgen sebaiknya dihapus atau ditunda," ujarnya.
Seperti rokok yang semestinya bisa dihilangkan, rekreasi atau jalan jalan yang bisa dikurangi, pulsa yang umumnya bisa ditekan penggunaannya.
"Prioritas pengeluaran sebaiknya ditujukan pada pengeluaran pangan, pendidikan, atau kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan yang mendukung pekerjaan," kata Gunawan.
Kedua, kalau bisa sisihkan uang untuk ditabung seberapapun besarannya. Tidak perlu harus menunggu banyak, dengan uang recehan sebaiknya menabung dilakukan dari sekarang.
Ketiga, sebaiknya sediakan uang untuk dana darurat untuk memenuhi yang sifatnya tidak terduga. Keempat, lunasi utang dan jangan berhutang lagi, terlebih untuk hal yang sifatnya tidak produktif/usaha.
Kelima, cari pendapatan tambahan, dan jika harus dilakukan dengan usaha kecil kecilan sebaiknya perhitungannya harus matang.
"Karena kondisi sekarang dunia usaha juga dalam ketidakpastian," ungkapnya.
Keenam, bagi yang dapat Bansos sebaiknya tetap berusaha mencari penghasilan, kecuali penerima Bansos ini orang yang difabel atau masuk dalam kategori lansia.
Berita Terkait
-
Amerika Serikat Masuk Jurang Resesi, Pengamat: Picu Pelemahan Rupiah
-
Apa Itu Resesi Ekonomi? Berikut Pengertian dan Indikatornya
-
Amerika Serikat Masuk Jurang Resesi, Ekonom Sumut: Picu Pelemahan Rupiah
-
Indonesia Masuk 15 Besar Negara Terancam Resesi
-
15 Negara yang Berpotensi Mengalami Resesi, Bagaimana dengan Indonesia?
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik