Deli.Suara.com - Selain wisata menikmati keindahan alam, menyaksikan karya leluhur dalam rupa Rumah Adat juga sangat menarik. Keindahan rumah adat di Sumatera Utara memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Setidaknya terdapat 11 etnis atau suku bangsa di Provinsi Sumatera.
Etnis terbesar di Sumut adalah suku Batak (Karo, Simalungun, Tapanuli atau Toba, Mandailing, dan Pakpak) dan suku pendatang dari Pulau Jawa (Betawi, Banten, Sunda, Jawa, dan Madura). Suku-suku di Sumut umumnya mempunyai rumah adat sendiri.
1. Rumat Adat Bolon
Rumah Bolon merupakan rumah adat Sumatera utara yang sangat ikonik dan telah diakui secara nasional. Rumah Bolon ini menjadi simbol dan identitas bagi warga suku Batak yang sarat akan sejarah dan filosofi.
Rumah adat berbentuk panggung ini biasanya dijadikan sebagai tempat untuk acara perkumpulan keluarga serta acara adat. Selain itu, rumah ini memiliki tampilan unik karena bentuk atapnya yang mirip dengan pelana kuda dengan bagian ujung yang sangat lancip. Umumnya rumah ini dihuni oleh 4-6 keluarga yang hidup bersama ditambah beberapa hewan ternak yang dipelihara di kolong rumah.
Rumah ini dikenal sebagai rumah adat Siwaluh Jabu. Artinya, rumah Karo dihuni oleh delapan keluarga yang memiliki peran masing-masing dalam kehidupan rumah tangga. Rumah adat Karo terdiri dari Jabu Jahe (hilir) dan Jabu Julu (hulu). Masing-masing jabu terbagi lagi menjadi dua dan kemudian menghasilkan beberapa jabu.
Uniknya, walaupun menjadi rumah adat terbesar dan tertinggi di Sumut, namu tapi rumah ini dibangun tanpa menggunakan paku. Selain itu, pada bagian atap dibuat dari ijuk hitam yang diikat pada kerangka anyaman bambu. Sedangkan lantainya terbuat dari kayu yang disusun dan dirangkai sehingga menempel satu sama lain.
Baca Juga: 9 Makanan Khas Sumut Ini Bisa Dijajal di Medan
Rumah adat ini dihuni oleh suku Mandailing. Dalam bahasa lokal, rumah adat Mandailing disebut sebagai Bagas Godang. Bagas mempunyai makna rumah, sementara Godang bermakna banyak.
Secara struktur, rumah adat Mandailing memiliki bentuk yang cukup berbeda dengan rumah adat Sumatera Utara lainnya sekaligus menjadi ciri khasnya.
Rumah adat Pakpak atau Dairi memiliki bentuk yang khas, yakni bangunan terbuat dari material kayu dan atap dari ijuk. Rumah in juga disebut sebagai Jerro yang merepresentasikan budaya Pakpak yang khas dalam setiap bagian bangunannya. Rumah ini juga memiliki karakteristik dan bentuk yang tak jauh berbeda dengan rumah adat lainnya di Sumut.
Suku Melayu di Sumatera Utara kebanyakan tinggal di Kota Medan. Suku ini juga memberikan pengaruh dalam kesenian serta bentuk banguan tradisional Sumatera Utara. Rumah adat Melayu ini memiliki keunikan pada bagian atap yang terbuat dari ijuk. Sedangkan dinding dan lantainya dari papan kayu.
Tag
Berita Terkait
-
Rumah Adat Puri Melayu Sri Menanti Tebing Tinggi Andalkan Storynomics Tourism
-
Kearifan Lokal Suku Sasak Pada Rumah Adat Bayan Dalam Mitigasi Bencana
-
Peserta KTT Y20 Akan Kunjungi Rumah Adat Sade Hingga Sirkuit Mandalika
-
Kabar Gembira, Rumah Adat Dayak Dipastikan akan Dibangun di Kawasan Inti IKN Nusantara
-
600 Koleksi Sejarah Bukittinggi Tersimpan di Museum Rumah Adat Nan Baanjuang
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Bantu Santri Lebih Disiplin, Aktivitas Belajar dan Ibadah Kini Lebih Teratur
-
Mengenang Ali Munawar, Sosok Dermawan yang Berpulang Bersama Mimpi Besar Anak-Anaknya
-
Ulasan Novel 1890, Kisah Cinta Lintas Kelas Sosial di Tengah Era Kolonial
-
Rizky Ridho hingga Beckham Putra Disanksi Komdis PSSI usai Duel Panas
-
Mr. Queen (2020): Drama Kerajaan Paling Absurd yang Justru Bikin Nagih
-
Jual Beli SPPG di Lombok Timur: Kerugian Rp950 Juta
-
Di Tengah Ketidakpastian Global, Energi Surya Semakin Dilirik Berbagai Industri
-
Dapat Suntikan Rp210 Miliar: Lampung Mengejar Swasembada Gula dan Hilirisasi Kopi
-
7 Perbedaan Xiaomi 17T vs Xiaomi 17T Pro: Mana yang Lebih Layak Dibeli?
-
Anak Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Dicekek Terus! Nyaris Ulang Krisis 1998