/
Jum'at, 26 Agustus 2022 | 17:59 WIB
Pekerja beraktivitas dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia [Suara.com Alfian Winanto] (Suara.com Alfian Winanto)

Deli.Suara.com - Wacana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang digulirkan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan belum terealisasi hingga saat ini.

Belum naiknya harga BBM di tanah air berdampak kepada pasar keuangan yang bergerak stabil. 

"Posisi Rupiah saat ini sedikit lebih baik dibandingkan dengan kinerjanya di akhir pekan lalu yang berada dikisaran 14.830-an per US Dolar," kata Ekonom Sumut Gunawan Benjamin kepada Suara Deli, Jumat (26/8/2022).
 
Ia mengatakan IHSG dan Rupiah sempat tertekan di awal perdagangan pekan ini seiring dengan rencana kenaikan harga BBM yang disampaikan oleh Menteri Luhut Binsar Panjaitan sebelumnya.

"Akan tetapi sampai detik ini pemerintah masih mencari formulasi yang tepat menurut pemerintah sebelum menentukan kebijakan nantinya," ujar Gunawan.

Dan selama sepekan terakhir, kata dia pasar keuangan tertolong oleh kebijakan Bank Indonesia yang secara tak terduga menaikkan besaran bunga acuannya. 

"BI 7 Days Repo Rate dinaikkan sebesar 25 basis poin menjadi 3.75% saat ini. Kebijakan tersebut mendapatkan respon positif pasar, sehingga kineja IHSG dan Rupiah yang sempat tertekan sebelumnya kembali bergerak menguat," jelasnya.

Secara keseluruhan Gunawan menilai pasar keuangan bergerak stabil di pekan ini, meskipun sempat diterpa kekuatiran akan kenaikan harga BBM sebelumnya. 

"Hanya BI yang terlihat sudah merespon potensi kenaikan harga BBM dengan menaikkan bunga acuan untuk meredam inflasi," tukasnya.

Baca Juga: Self Healing Melalui Aktivitas Outdoor, Andrew White dan Shopee Berbagi Inspirasi Buatmu

Load More