/
Rabu, 31 Agustus 2022 | 10:03 WIB
Ngabalin berdebat dengan Deolipa Yumara. (Youtube TVOneNews)

Deli.Suara.com - Tenaga Ahli Kantor Staff Presiden Indonesia (KSPI), Ali Mochtar Ngabalin terlibat perdebatan panas dengan mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara dalam acara Catatan Demokrasi TV One, Selasa (30/8/2022) malam.

Awalnya, narasumber yang hadir membahas mengenai adanya kejadian tidak mengenakan terkait pengusiran pengacara keluarga korban Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang hendak menyaksikan proses rekonstruksi.

Politisi PDIP Perjuangan Panda Nababan menyampaikan perlunya perombakan di tubuh Polri, pasca terkuaknya pembunuhan berencana yang menyeret mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo sebagai tersangka utama.

"Ini saatnya perombakan habis-habisan di Polri, kalau mau. Presiden perlu keluarkan instruksi, lakukan perombakan," katanya seperti dilihat dari YouTube TVOneNews, Rabu (31/8/2022).

Panda menjabarkan pandangannya mengenai ada sesuatu yang salah kaprah di Polri, hingga terjadi pembunuhan sadis yang turut membawa berbagai isu liar mulai dari 'Kerajaan Sambo' dan lainnya.

Ngabalin lalu menanggapi dan mengingatkan kalau pembahasan jangan sampai menjadi distorsi, melebar ke hal-hal yang lain.

"Kita ini bukan hakim yang mengadili itu polisi, hati-hati lho, polisi itu institusi negara lho, saya mau bilang supaya jangan terjadi distorsi bapak," ujarnya.

"Ini udah terbalik-balik, udah salah tangkap kau, udah salah ngerti," timpal Panda.

Sesaat kemudian, Deolipa Yumara lalu angkat bicara. Pengacara yang juga musisi ini lalu menyentil Ngabalin terlalu banyak bicara.

Baca Juga: Kecewa Diusir Saat Rekonstruksi, Kuasa Hukum Brigadir J: "Tidak Transparan, Artinya Apa? Omong Kosong"

"Pak Ngabalin ini kebanyakan bicara 
Ini kita ini masyarakat Indonesia pak, diwakili oleh Pak Panda, Pak Johnson, Pak Sampi, ini kita semua rasional semua pak. Gak ada distorsi pak, paham ya pak," kata Deolipa.

Sentilan itu membuat Ngabalin ngamuk. Ia lalu menyemprot habis Deolipa dengan mengatakan kalau mantan pengacara Bharada E itu tidak ada etika.

"Lu siapa sih, kok bicara bodoh dan segala macam di ruang publik, kamu memang betul-betul tidak ada etika bicara di ruang publik. Kau kayak orang pintar kau, menuduh orang bodoh semua," amuk Ngabalin.

"Jangan marah-marah pak Ngabalin, tuhan memberkati bapak," balas Deolipa.

Perdebatan terus terjadi bahkan melebar hingga membawa-bawa aktivis 98. Presenter acara sampai mengingatkan kepada keduanya untuk kembali substansi pembahasan.

Rekonstruksi kasus pembunuhan berencana yang merenggut nyawa Brigadir J, Selasa (30/8/2022) kemarin, menyisakan kekecewaan besar bagi pihak pengacara korban.

Load More