/
Jum'at, 02 September 2022 | 14:17 WIB
Ilustrasi bentrok antara kelompok Ormas Kepemudaan di Medan. (suara.com)

Deli.Suara.com - Bentrok antara Organisasi masyarakat (Ormas) Kepemudaan pecah di Food Court Warna Warni, Martubung, Kota Medan, Kamis (1/9/2022) malam.

Pertikaian antara kedua kubu Ormas yang dipicu oleh rebutan lahar parkir ini, membuat situasi di sekitar lokasi mencekam. Warga sekitar pun ketakutan.

Detik-detik video bentrokan ini pun beredar luas dan menjadi viral. Dilihat Deli.Suara.com, Jumat (2/9/2022), kedua kubu yang terdiri dari puluhan orang pria ini terlibat saling melakukan pengejaran satu sama lain.

Dalam video juga terlihat kedua kubu saling berteriak membuat situasi kegaduhan kian mengerikan. 

"Tawuran antar Ormas untuk merebut lahan parkir di warna warni Griya Martubung," kata seorang pria yang merekam video tersebut.

Atas kejadian ini, masyarakat meminta agar polisi secepatnya datang ke lokasi untuk menindak keributan Ormas ini.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Rudy Saputra menyatakan pihaknya telah turun ke lokasi kericuhan tersebut.

"Tidak ada yang diamankan, kita hanya bubarkan," ujarnya.

Rudy menyampaikan pihaknya telah memanggil pengelola food court agar memasang plang bebas parkir dan juga memanggil pihak OKP yang bertikai untuk sama-sama menjaga kondusifitas.

Baca Juga: Jefri Nichol Kritik Putri Candrawathi Tidak Ditahan: Gak Adil, Ketika Warga Sipil Punya Balita Tetap Dipenjara

Rawan Bentrok OKP

Informasi dihimpun, aksi bentrokan yang meresahkan, antara kelompok OKP ini memang cukup sering terjadi di Medan

Sebelumnya, baku hantam antara kedua kelompok OKP pecah di Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Selasa (9/8/2022) silam.

Dalam bentrok tersebut kedua kubu terlibat baku hantam saling serang menggunakan senjata tajam (Sajam). Keributan ini juga diwarnai aksi pembakaran kantor OKP, dan juga pengerusakan rumah warga.

Mengerikannya lagi, pelaku bentrok juga menyerang polisi yang mencoba melerai keributan antara kedua kubu OKP tersebut.

Kondisi ini tentu saja membuat miris, pemuda yang harusnya berperan menciptakan rasa aman bagi masyarakat, malah bertindak sebaliknya.

Load More