Deli.Suara.com - Destinasi wisata di Sumatera Utara tak selalu berkaitan pesona alam, namun ada juga yang terkait jejak sejarah negara kita. Salah satunya, rumah pengasingan presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno yang berada di Berastagi dan Parapat.
Dilansir dari beberapa sumber, berikut dua tempat pengasingan Soekarno di Sumut, tepatnya di Berastagi dan Parapat. Di mana, Berastagi menjadi tempat pengasingan Sukarno saat Belanda melakukan Agresi Militer II pada tahun 1984. Tepatnya Di Desa Lau Gumba, Berastagi, Kabupaten Karo.
Selain Bung Karno, ada juga Sutan Sjahrir dan Haji Agus Salim yang ikut diasingkan di lokasi tersebut. Sekira 12 hari, ketiga bapak bangsa tersebut diasingkan di Berastagi.
Setelah 12 hari, ketiganya kemudian diasingkan ke Parapat dengan alasan keamanan. Lokasi rumah pengasingan Bung Karno ini berada persis di tepi Danau Toba. Kini tempatnya menjadi lokasi wisata. Pengunjung Rumah pengasingan bung Karno di Sumatera ini bisa menikmati indahnya pemandangan alam.
Jika berkesempatan mampir ke rumah pengasingan di Parapat ini, jangan lewatkan kesempatan melihat terowongan bawah tanahnya. Rumah tersebut memiliki terowongan bawah tanah. Panjangnya sekitar 3 meter yang mampu membawa hingga ke perbatasan kota.
Terowongan ini konon dibangun sekitar tahun yang sama dengan didirikannya rumah ini, yakni pada tahun 1820. Terowomgan ini digunakan oleh Belanda untuk mengamankan diri dari serangan lawan.
Saat ini, terowongan tersebut, ditutup dengan alasan keselamatan. Karena, minimnya oksigen dan penerangan yang ada di dalamnya, membuat pemerintah Kota Rantau Prapat menutup jalan terowongan tersebut.
Selama dua bulan, Bung Karno dan dua karibnya berada di rumah pengasingan di Sumatera Utara. Mereka diasingkan di rumah ini setelah dipindahkan dari Pesanggrahan. Mereka dipindahkan, karena nyaris terbunuh.
Nah, kalau kamu ada kesempatan traveling ke Sumut, boleh juga dicoba untuk menyusuri dua rumah pengasingan di Berastagi dan Parapat ini. Tempat yang juga merupakan saksi sejarah dari perjuangan Sukarno dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia sebelum dipindahkan ke Pulau Bangka kala itu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Elkan Baggott Tiba di Jakarta Jelang Bela Timnas Indonesia
-
Manchester City Juara Carabao Cup Usai Tumbangkan Arsenal 2-0
-
Heboh Pengunjung Tewas Jatuh dari Lantai 4 Plaza Medan Fair, Diduga Bunuh Diri
-
'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?
-
THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?
-
Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026
-
Kumpul Keluarga Inti Kini Jadi Pilihan, Tradisi Lebaran Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan?
-
Lelah Arus Mudik? Ini 5 Destinasi Alam di Bogor untuk Self-Healing Bareng Keluarga
-
Misteri Terkuak di Cipayung! 7 Fakta Kunci Kasus Pembunuhan Wanita DA yang Ditemukan Tewas Terkunci
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil