Deli.Suara.com - Pengemudi ojek online (Ojol) di Medan, Sumatera Utara (Sumut) menggelar demo mendesak pemerintah agar segera menurunkan harga BBM.
Dalam aksinya, ribuan pengemudi Ojol ini turut membawa spanduk yang berisi tuntutan terkait kenaikan BBM yang dirasakan begitu menyengsarakan masyarakat.
Selain itu, massa aksi juga membawa spanduk yang berisi tulisan lirik lagu Galang Rambu Anarki dari musisi legendaris Iwan Fals.
"Maafkan kedua Orangtuamu kalau tak mampu beli susu. BBM naik tinggi, susu tak terbeli, orang pintar tarik subsidi, mungkin bayi kurang gizi," tulis Ojol sambil membentangkan spanduk berwarna kuning.
Bahkan ada juga spanduk menggelitik yang berisi tulisan turunkan harga BBM dan juga Sinamot (mahar pernikahan).
Terkait aksi unjuk rasa ini, Ketua Godams Agam Zubir menyatakan ada beberapa tuntutan yang mereka sampaikan kepada para pemerintah daerah maupun DPRD Sumut. Diantaranya tolak kenaikan BBM subsidi pertailite.
"Karena kami merasa semakin terbebani, ditambah dengan bahan pokok pasti akan naik. Untuk itu, kami meminta revisi atas penyesuaian tarif baru untuk zona I Pulau Sumatera oleh Kemenhub," ucapnya.
Selain itu, Agam bilang segera pemerintah merealisasikan payung hukum untuk legalisasi profesi ojek online Indonesia. Ditambah juga mendesak aplikator untuk menjaga stabilitas pasar dengan mengurangi berbagai potongan biaya aplikasi.
"Serta cabut izin usaha aplikasi yang tidak patuh atas regulasi, ketetapan dan aturan pemerintah," tukasnya.
Baca Juga: Pemerintah Bentuk Timsus Respons Serangan Hacker, Bjorka Sesumbar Minta Segera Ditangkap
Berita Terkait
-
Kakek Ini Menangis, Alat Untuk Mencari Rezekinya Hilang Dicuri Penumpang
-
Makin Sore Makin Ramai, Massa Pelajar - Mahasiswa hingga Buruh Penuhi Patung Kuda Jakpus Tolak Harga BBM Naik
-
Tarif Naik Rp2.000 Per Kilometer, Penumpang Ojol di Palembang Dirasa Menurun
-
Driver Ojol Demo Tolak Kenaikan BBM, Spanduk Ojol Wanita: Cukup Suami Aja Naik BBM Jangan
-
Masa Aksi Buruh dan Mahasiswa Siap Kepung Istana Tolak BBM Naik, 6.142 Polisi Kawal Demo
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup
-
3 Terobosan Pajak Kendaraan Ala Dedi Mulyadi di Jawa Barat yang Bikin Warga Senyum Lebar
-
Video Sumpah Injak Al-Quran di Malingping Viral, MUI Lebak: Itu Haram
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Siap-Siap! Sekda Segera Umumkan Daftar ASN yang Terlibat Jual Beli Jabatan di Bogor
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Gak Perlu KTP Pemilik Pertama, Kini Dedi Mulyadi Usul Bayar Balik Nama Disubsidi
-
Minat Investasi Emas Melonjak, Ini Cara Jual Beli Aman Tanpa Potongan Tersembunyi
-
Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi
-
Quiet Quitting ala ASN: Pilih Jalan Fungsional Biar Gak Jadi Pejabat Struktural