/
Sabtu, 17 September 2022 | 08:47 WIB
Akbar Sumut menyampaikan pernyataan sikap menolak kenaikan harga BBM. (Ist)

Deli.Suara.com - Pasca pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 3 September 2022 silam, gelombang protes unjuk rasa masih terus berlanjut hingga saat ini.

Jumat (16/9/2022), massa aksi yang tergabung dalam Aksi Bela Rakyat (Akbar) Sumatera Utara (Sumut) menyampaikan pernyataan menolak kenaikan harga BBM yang dirasakan sangat menyulitkan masyarakat.

Aksi pernyataan sikap ini disampaikan massa Akbar Sumut di Masjid Raudhatul Islam di Jalan Putri Hijau Kelurahan Silalas Kecamatan Medan Barat.

Ketua Akbar Sumut Ustaz Indra Buana Tanjung mengatakan kenaikan harga BBM ini telah menimbulkan kecemasan dan ancaman dalam sosial ekonomi yang berdampak pada sektor lainnya.

Ia mengatakan ada tiga hal penting yang menjadi pertanyaan sikap Akbar Sumut, pertama, agar pemerintah segera memenuhi tiga tuntutan rakyat atau Tritura yaitu kesatu turunkan harga BBM.

"Kedua turunkan harga-harga bahan pokok, dan ketiga, tegakkan supremasi hukum," ujar Indra bersama puluhan massa aksi lainnya.

Point selanjutnya massa aksi juga mendesak agar segera dilakukan audit rantai produksi dan distribusi minyak dan gas dalam dan luar negeri.

"Disertai percepatan pengimplementasian penggunaan bahan bakar alternatif yang terjangkau oleh masyarakat miskin serta mendukung kelestarian lingkungan serta SDA Indonesia," tegasnya.

Terakhir, Indra juga mengatakan kalau pemerintah telah ingkar janji (Nawacita) terhadap rakyat Indonesia dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sabtu 17 September 2022 : Medan, Binjai, Kabanjahe Dilanda Hujan

"Melalui mendorong partisipasi publik dalam proses pengambilan kebijakan publik dengan meningkatkan peran aktif masyarakat pengambilan kebijakan publik," ujarnya.

"Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera terutama komitmen untuk membangun pemberdayaan buruh yang salah satunya dilakukan melalui pengendalian tingkat inflasi," sambungnya.

Akbar Sumut menegaskan pihaknya akan tetap konsisten menyampaikan pernyataan sikap, hingga tuntutan harga BBM turun dipenuhi pemerintah.

Load More