Deli.Suara.com - Kamaruddin Simanjuntak, pengacara Brigadir J menyentil KPK yang seolah diam saja melihat adanya dugaan suap menyuap tersangka Ferdy Sambo untuk menutupi kasus pembunuhan.
Komentar menohok ini disampaikan Kamaruddin saat menjadi tamu di kanal YouTube Uya Kuya TV, seperti dilihat Suara Deli, Sabtu (17/9/2022).
Ia membeberkan adanya pengakuan dari sejumlah tersangkut yang diberi uang 'tutup mulut' dalam jumlah fantastis. Mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah.
"Kemudian Bharada E melalui pengacaranya yang kedua yang orang Manado itu mengaku diberi satu M (satu miliar)," kata Kamaruddin.
"Begitu juga dengan Kuat Ma'ruf dan Bripka RR juga mengaku diberi lima ratus, lima ratus (juta) padahal. Padahal cerita mereka Bripka RR ini bersembunyi di belakang kulkas. Bersembunyi di belakang kulkas aja dapat Rp 500 juta," sambungnya
Kamaruddin mengungkapkan betapa besarnya kekuatan amplop-amplop Ferdy Sambo itu. Ia pun menduga, kalau iming-iming suap ini juga sampai ke pihak-pihak lainnya, bukan hanya para tersangka.
"Yang bersembunyi di belakang kulkas aja dapat Rp 500 juta. Apalagi yang berteriak-teriak Putri Candrawathi adalah korban pelecehan seksual, kita gak tau berapa lagi nol di belakang angka lima ratus juta itu," ungkapnya.
Oleh sebab itu, Kamaruddin begitu menyayangkan mengapa presiden tidak membentuk tim independen atau tidak melibatkan penyidik koneksitas. Ia juga menyentil lembaga anti rasuah KPK yang tidak ada melakukan tindakan apapun atas kasus Ferdy Sambo.
"Demikian juga dengan KPK kenapa belum ada ditangkap satupun, padahal sudah terang-terangan ada yang menyuap ada yang disuap harusnya KPK sudah bisa melakukan penangkapan," tegasnya.
Baca Juga: Tiga Destinasi Prioritas Wisatawan Mancanegara di Sumut
Kamaruddin juga membeberkan skenario jahat untuk menutupi kasus pembunuhan Brigadir J, diduga diotaki oleh staff ahli Kapolri yang sudah mundur.
"Yang rancang skenario itu staff ahli Kapolri sudah mundur, kenapa belum ditindak? Siapa yang mau menindak, yang bisa menindak kan polisi sendiri, sedangkan polisi ini terbelit di dalam lumpur itu," pungkasnya.
Sebelumnya diketahui, Brigadir J ditemukan tewas di rumah dinas Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022.
Polri kesulitan mengungkap perkara ini karena ada upaya menghambat penyidikan dan tempat kejadian perkara dirusak oleh penyidik yang awalnya menangani kasus ini.
Kasus penembakan ini terungkap setelah Kapolri membentuk tim khusus yang dipimpin Inspektur Pengawasan Umum Komjen Agung Budi Maryoto untuk mengambil alih penanganan perkara.
Polri telah menahan Ferdy Sambo sebagai tersangka utama pembunuhan, beserta Bripka R, Bharada E dan sopir pribadi berinisial K yang juga sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J. Selain itu, istri Ferdy Sambo berinisial PC juga sudah ditetapkan tersangka.
Berita Terkait
-
Ferdy Sambo Siap Tanggung Jawab atas Kematian Brigadir J, Komnas HAM Ngotot Tidak Ada Perintah Membunuh
-
Ferdy Sambo dan Brigadir J Ternyata Sempat Diancam Dihabisi, Kamaruddin Kirim Sinyal
-
Sebelum Brigadir J Dieksekusi, Ternyata Ada Wanita di Lingkaran Ferdy Sambo yang akan Laporkan Bisnis Terlarang sang Jenderal ke Mabes Polri
-
Pengacara Keluarga Brigadir Yosua Ungkapkan Sejumlah Informasi Proses Hukum Kasus Pembunuhan Berencana
-
Serang Najwa Shihab, Nikita Mirzani Sebut Mbak Nana Lupa Diri, Publik Langsung Bereaksi: Jago Kandang Karena Backingan
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Jadwal Imsak dan Subuh Hari Ini 3 Maret 2026 untuk Jakarta, Jogja, hingga Jawa Timur
-
3.243 Kasus Kriminal Terungkap dalam Operasi Pekat Musi 2026, Apa yang Terjadi di Sumsel?
-
Rapor Merah Setahun Untuk Kepemimpinan Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya
-
Jadwal Imsak Jakarta 3 Maret 2026: Catat Jam Sahur Sebelum Terlambat, Lengkap dengan Doa
-
Imbas Serangan AS-Israel ke Iran, Kontingen Anggar Arab Saudi dan Qatar Tak Bisa Pulang dari Jakarta
-
Catat! Jadwal Imsak dan Waktu Puasa Bandar Lampung Selasa, 3 Maret 2026
-
Warga Palembang Wajib Tahu! Jadwal Imsak 3 Maret 2026 dan Waktu Maghribnya
-
Konflik Timur Tengah Memanas, Pemkab Cianjur Berjuang Pulangkan Ratusan Buruh Migran
-
45 Tahun PTBA: Dari Jantung Tanjung Enim, Transformasi Energi dan Sinergi untuk Negeri Terus Menguat