Deli.Suara.com - Pengacara Kamaruddin Simanjuntak yang menjadi pendobrak dalam mengungkap kasus pembunuhan berencana yang merenggut nyawa Brigadir J, menyampaikan permintaan maaf ke publik.
Permintaan maaf diartikan sebagian pihak sebagai sinyal kalau Kamaruddin Simanjuntak sudah lelah dalam menangani perkara pembunuhan yang menyeret mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, sebagai tersangka utama.
Hal ini tentu saja membuat loyalis Ferdy Sambo atau yang juga dikenal Geng Sambo yang santer dikabarkan terus melakukan perlawanan atas kasus ini, menjadi di atas angin.
Namun, Kamaruddin Simanjuntak kembali membuat pernyataan yang mengusik ketenangan Geng Sambo. Ia menegaskan akan terus berjuang menuntaskan kasus pembunuhan ini.
"Saya dan tim tidak pernah mundur dalam menangani perkara pembunuhan berencana atas nama Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat," ujar Kamaruddin seperti dilihat dari video di akun Tiktok @Irma Hutabarat, Senin (19/9/2022).
Ia mengatakan sepanjang surat kuasa masih, Kamaruddin bersama tim terus memperjuangkan kasus ini.
"Supaya tercapai keadilan kepastian hukum dan kemanfaatannya," pungkasnya.
Sebelumnya, Kamaruddin Simanjuntak menyampaikan permintaan maaf kepada publik karena meski sudah berjuang, kasus pembunuhan yang merenggut nyawa Nofriansyah Yosua Hutabarat tidak berjalan seperti yang diharapkan.
"Saya betul-betul minta maaf, saya sudah berjuang dengan mengorbankan segalanya baik pikiran materi dan waktu, saya membiayai semua perkara ini," katanya.
Baca Juga: Harga Emas Mulai Menguat Naik Rp 7 Ribu
Kamaruddin juga mengungkapkan rasa kecewanya kepada Presiden Jokowi.
"Tetapi saya tidak bermaksud mengungkit-ungkit itu, tetapi karena Presiden tidak mau berbuat sesuatu, kecuali hanya empat kali mengatakan membuka terang-terangan. Saya akui ia mengatakan itu 4 kali, dalam empat kali momen," ungkapnya.
"Pada akhirnya apa yang saya perkirakan perkara ini sudah terjadi, artinya sudah tiga bulan perkara ini sejak Juli, Agustus, September, perkara tidak terang-terang," sambungnya
Diketahui, Brigadir J ditemukan tewas di rumah dinas Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022.
Polri kesulitan mengungkap perkara ini karena ada upaya menghambat penyidikan dan tempat kejadian perkara dirusak oleh penyidik yang awalnya menangani kasus ini.
Kasus penembakan ini terungkap setelah Kapolri membentuk tim khusus yang dipimpin Inspektur Pengawasan Umum Komjen Agung Budi Maryoto untuk mengambil alih penanganan perkara.
Berita Terkait
-
Kasus Berlarut-larut, Ayah Brigadir J Ngaku Pasrah ke Kamaruddin: Kami Sudah Capek
-
Ada Aliran Uang Rp2,5 Miliar Ke Ferdy Sambo Dari Kombes Ingin Naik Jabatan, Pengacara Brigadir J Ungkap Hal Ini
-
Putusan Sidang Banding Ferdy Sambo Dipimpin Jenderal Bintang Tiga, Langsung Ketok Palu
-
Ferdy Sambo Tak Akan Hadiri Sidang Banding Putusan Pemecatan yang Digelar Hari Ini
-
Ferdy Tak Tak Hadiri Sidang Banding Pemecatannya, Ini Penjelasan Mabes Polri
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Bukan Timnas Indonesia, Persib Bandung Punya Wakil di Piala Dunia 2026
-
Ulasan Novel Woman at Point Zero, Kebebasan Sejati di Balik Jeruji Besi
-
Sepak Bola Ternyata Sumbang Puluhan Juta Ton Emisi Karbon Tiap Tahun, Bagaimana Menguranginya?
-
Profil dan Pangkat 3 Prajurit TNI yang Gugur akibat Serangan Israel
-
ASN WFH Setiap Jumat, Mendagri Minta Pemda Hitung Dampak Efisiensi Anggaran
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
John Herdman Blak-blakan: Timnas Indonesia Butuh Waktu untuk Jadi Tim Top Asia
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Harga BBM Amerika Meroket, Rakyat Mulai Ngamuk ke Donald Trump: karena Perang Bodoh!