/
Selasa, 20 September 2022 | 19:46 WIB
Tangkapan layar anggota polisi yang dimarahi wanita di Medan (Ist)

Deli.Suara.com - Viral di media sosial (Medsos) video yang memperlihatkan wanita mengamuk dan memarahi seorang polisi Polrestabes Medan.

Dilansir dari SuaraSumut.id, Selasa (20/9/2022), dalam video tersebut tampak seorang wanita yang belum diketahui namanya itu mendatangi seorang polisi berpakaian seragam yang sedang duduk di dalam ruangan kantor polisi.

Begitu berjumpa dengan anggota polisi itu, wanita itu langsung melampiaskan kemarahannya dengan mengeluarkan kata-kata bernada kekecewaan.

"Di sini bapak yang harus tanggungjawab, kok enak aja bapak. Jelaskan dulu ini, kami gak mau, coba jelaskan dulu," kesal wanita itu sambil merekam video menggunakan kamera ponsel.

"Bapak pintar membuat ini, pintarkan membuat ini, coba dulu jelaskan sama kami. Coba jelaskan dulu ini," sambungnya.

Lebih lanjut, wanita ini juga menanyakan kepada anggota polisi itu kenapa laporannya dihentikan.

"Ini penghentian bapak yang buat, suka-suka hati bapak. Bapak sudah mainkan hukum ini. Bapak pandai berbuat, tanggungjawab. Di sini kami yang dirugikan," kesal wanita itu.

Bahkan, wanita itu juga menuding kalau dirinya telah memberikan sejumlah uang agar kasusnya dapat diproses.

"Udah bapak makan uang saya 5 juta, saya di sini benar, bukan salah. Pegang ini, pegang," katanya sembari menunjukkan lembar kertas SP3. 

Baca Juga: Percepat Pemulihan Pariwisata Sumut, ASN Disbudpar Ikuti Pelatihan

Meski terus dicecar oleh wanita itu, anggota polisi itu irit bicara. Ia malah mencoba mengambil Hp warga yang merekam video.

Tak lama berselang, anggota polisi lain masuk ke dalam ruangan tersebut dan mencoba menenangkan situasi.

"Nakal ini pak, nakal. Kalau polisi nakal kan, harus direkam," ucapnya. 

Sementara lelaki yang ikut mendampingi wanita itu mengungkapkan alasan mereka ribut di kantor polisi. Menurutnya, mereka telah membuat laporan tahun 2016 dengan melengkapi bukti, namun kasusnya malah dihentikan.

"Saya laporkan sendiri, gak sanggup saya bayar pengacara, tapi dimainkan sama orang ini (sambil menunjuk anggota polisi). Jahat orang ini pak. Kalau saya pakai pengacara, gak berani dia buat SP3 ini," pungkasnya.

Penjelasan Kasat Reskrim

Load More