Deli.Suara.com - Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu memberikan komentar menohok terkait dengan pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY yang menegaskan bakal turun gunung jelang Pilpres 2024.
Adian mengatakan pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat yang menyebutkan kalau Pilpres 2024 dapat berjalan tidak jujur dan tidak adil, merupakan tuduhan yang serius.
"Itu tuduhan serius, mengetahui mendengar, ada tanda-tanda jadi itu bukan dugaan, ada informasi yang masuk sama dia, dan itu bukan dugaan," katanya seperti dilihat Suara Deli dari kanal YouTube TvOneNews dalam acara Catatan Demokrasi, Rabu (21/9/2022).
Adian lantas mempertanyakan apa maksud dan tujuan SBY melontarkan pernyataan itu, apakah untuk kepentingan negara atau keluarga.
"Apa maksudnya? Ini untuk memperjuangkan siapa, memperjuangkan anaknya, apakah itu tujuan dia," ketus Adian.
"Lalu untuk memastikan calonnnya tidak dua, sehingga anaknya punya peluang lebih besar untuk menjadi calon ketiga dari pasangan ketiga dan sebagainya. Dia harus bicara seperti itu, lalu pernyataannya sebenarnya untuk republik ini untuk rakyat atau untuk kepentingan keluarganya," sambungnya.
Terkait dengan tudingan itu, Adian juga meminta KPU dan DPR memberikan penjelasan kepada publik.
"Yang disampaikan SBY itu sangat-sangat serius, menurut saya ini waktunya KPU membantah itu, DPR membantah itu," katanya.
Lebih lanjut Adian menanggapi pernyataan SBY, membuat Pemilu yang harusnya menggembirakan menjadi menakutkan.
Baca Juga: Kebakaran Hamparan Perak, 3 Ruko Penyimpanan BBM dan 1 Rumah Warga Ludes Dilahap Api
"Ini menurut saya, Pemilu menjadi sesuatu hal yang menggembirakan sudah dipaksa menjadi sesuatu yang menakutkan pada saat ini dengan bayang-bayang tidak adil, tidak jujur dan sebagainya," ucapnya.
Sementara, Politisi Partai Demokrat, Jansen Sitindaon mengatakan SBY sama sekali tidak ada menyebut kata kecurangan dalam Pilpres 2024 nanti.
"Bisa tidak jujur dan tidak adil begitu Terkait soal apa, tidak jujur dan tidak adil ini, pak SBY tadi mengatakan konon akan diatur dalam pemilihan presiden yang diinginkan mereka hanya dua pasangan calon Capres dan Cawapres," katanya.
"Kemudian pak SBY di akhir video tadi mengatakan kita 10 tahun dulu kita dua kali menyelenggarakan Pemilu, Demokrat tidak pernah melakukan kebatilan seperti itu," sambungnya.
Saat disinggung darimana SBY mendapat informasi adanya dugaan Pemilu sudah diseting hanya dua pasangan calon Presiden saja, Jansen menyampaikan dirinya saja sudah bisa merasakan situasi prakondisi tersebut.
"Saya saja politisi yang junior baru 14 tahun di politik merasakan adanya prakondisi menuju dua pasangan calon ini jadi partai-partai tidak berdaulat menentukan capres dan cawapresnya sendiri bahkan," tukasnya.
Berita Terkait
-
Pamor AHY Naik, Perang Buzzer Dimulai "Jangan Ganggu Jokowi"
-
Relawan Ganjar Beri Peringatan PDIP Jangan Sampai Salah Ambil Keputusan, Mengancam?
-
Wali Kota Depok Dianggap Emosional dan Tak Bijak Saat Dapat Kritik dari Sekjen PDI P
-
'Dewan Kolonel' Besutan Legislator PDIP untuk Pemenangan Puan di 2024
-
SBY Dipuji Netizen Saat Nyanyi Lagu "Kamu Gak Sendirian" Tipe-X: Jadi Teringat Bu Ani
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Siapa Orang Indonesia yang Diduga Palsukan Riset di Denmark? Begini Klarifikasinya
-
Kronologi Lengkap Oknum Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset Demi 'Travel Grant'
-
Teror Badut Gendong Siap Mengoyak Jagat Sinematik Horor Indonesia!
-
3 Rekomendasi Pelembap Mengandung Zinc Oxide, Bisa Redakan Kemerahan hingga Kontrol Sebum
-
Penjajahan Gaya Baru? PSN Papua Berpotensi Singkirkan Warga Lokal
-
Program Vokasi Nasional Rp 2,12 T Resmi Diumumkan, Jaring Lulusan SMK dan Karyawan PHK
-
Perempuan, Gengsi Sosial, dan Kebiasaan Beli Dulu Bayar Nanti
-
Titipkan Hewan Kurban ke Irfan Hakim, Presiden Prabowo Pilih Kerbau India Ukuran Jumbo
-
Harga Sawit Anjlok saat Harga Pupuk Tinggi, Petani Siak: Hidup Benar-benar Tertekan
-
Aturan Ekspor Lewat Danantara Sumberdaya Indonesia Masih Abu-abu: Ternyata Tak Segampang Itu!