Deli.Suara.com - Istri Apin BK alias Jonni gagal diperiksa penyidik Polda Sumut, terkait atas dugaan kasus judi online terbesar di Sumatera Utara (Sumut), yang namanya juga disebut dalam Konsorsium 303 Kaisar Sambo.
Seyogyanya, istrinya tersebut akan dilakukan pemeriksaan lanjutan kembali pada Rabu (29/9/2022) kemarin. Namun yang bersangkutan, mangkir dari panggilan penyidik.
"Iya jadwalnya seperti itu, namun tidak hadir karena sakit," ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Po Hadi Wahyudi kepada Deli.Suara.com, Kamis (29/9/2022).
Saat ditanya kapan ada lagi pemeriksaan lanjutan, Kabid Humas menyampaikan pihak penyidik maaih melakukan komunikasi kepada Penasehat Hukum Istri Apin BK.
"Penyidik berkomunikasi dengan PH (Penasehat Hukum)," tambahnya.
Sebelumnya, pihak kepolisian meminta setiap orang yang diperiksa dalam kasus ini untuk bersikap kooperatif.
Saat ini, Apin BK yang kini diduga lari ke Singapura masih diburu. Kepolisian Republik Indonesia sudah meminta Interpol untuk mengeluarkan red notice untuk Apin BK.
Diketahui, Apin BK disebut-sebut dalam struktur Konsorsium 303 Kaisar Sambo yang beredar luas di media sosial (Medsos).
Ternyata, bisnis judi online ABK yang kantornya berada di Kompek Cemara Asri Deli Serdang, beberapa waktu lalu digerebek Polda Sumut.
Baca Juga: Mengenang Komisaris Utama Wismilak (alm) Willy Walla, Ini Profil Lengkapnya
Penggerebekan berlangsung pada Selasa (9/8/2022) dinihari. Lokasi ini diduga kuat sebagai operator situs judi online terbesar di Sumut LEBAH4D, DEWAJUDI4D dan LARIS4D.
Dalam penggerebekan itu ratusan unit komputer dan laptop yang diduga digunakan untuk menyebar situs judi online diamankan polisi.
Namun, Apin BK yang merupakan bandar judi online hingga kini belum ditangkap, dan masih dalam pengejaran polisi.
Reporter: Beni Nasution
Berita Terkait
-
Kasus Siswi SD Diperkosa Akan Dihentikan, Pihak Sekolah Minta Hotman Paris Minta Maaf
-
Kaisar Sambo! Viral Jenderal Polisi Terjerat Skandal Korupsi dan Pidana
-
Hati-hati! Ada Kartu Mainan Anak Diselipi Barcode Judi Online, Polisi Bilang Begini
-
Polisi Sebut Judi Tajen di Payangan Gianyar Hoaks
-
Polisi Akan Hentikan Kasus Siswi SD Diduga Diperkosa di Medan, Begini Alasannya
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Viral Pelayanan Jutek di Puskesmas Cisarua, Ini Respons Pimpinan
-
Persib vs PSM Makassar: 6 Poin Penting Pesan Pak Haji Umuh untuk Jaga Tahta Klasemen
-
3 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik Januari 2026, Kualitas Premium Cuma 300 Ribuan
-
'Satu Foto Sejuta Cerita' Dedie A. Rachim Terpukau oleh Karya Jurnalistik di APFI 2026
-
4 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaik untuk Bapak-Bapak di Mei 2026
-
Long Weekend Makin Nyaman, BSB Cash Bank Sumsel Babel Jadi Andalan Pengguna Tol dan LRT
-
Gaya 'Old Money' dengan Sepatu Lari Lokal: 5 Brand yang Tampil Mewah Tanpa Logo Mencolok
-
Waspada Hantavirus! Banten Pernah Catat 1 Kasus, Pintu Masuk Internasional Dijaga Ketat
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
Dedi Mulyadi Ingin Kembalikan Kawasan Batutulis Bogor Jadi Area Hijau dan Sejarah