- Kakhaber Kaladze, legenda AC Milan, menilai Milan modern berbeda karena ketidakadaan Silvio Berlusconi dan perubahan sepak bola Italia.
- Kaladze menyatakan Milan wajib kembali ke Liga Champions karena absennya klub tersebut terasa kurang dalam kompetisi elite Eropa.
- Mantan bek tersebut menyoroti penurunan kualitas Serie A dan membandingkannya dengan era 2000-an ketika Milan solid seperti keluarga.
Suara.com - Legenda AC Milan asal Georgia, Kakha Kaladze, mengenang masa keemasannya bersama Rossoneri sekaligus melontarkan kritik halus terhadap kondisi klub saat ini.
Mantan bek tangguh itu menegaskan bahwa Milan modern terasa berbeda tanpa sosok Silvio Berlusconi.
“Ini bukan lagi Milan saya. Tentunya karena Silvio sudah tidak ada. Sepak bola Italia juga sudah banyak berubah,” ujar Kaladze dilansir dari Gazzetta
Kaladze mengaku prihatin melihat Milan absen dari Liga Champions.
“Babak grup musim ini memang menarik, tapi saya merasa ada yang kurang. Dan itu adalah Milan,” tegasnya.
Ia mendukung pernyataan Massimiliano Allegri yang menyebut Milan wajib kembali ke kompetisi elite Eropa.
“Allegri benar. Milan punya kewajiban untuk kembali ke Liga Champions.”
Kaladze juga menyoroti penurunan kualitas Serie A dibanding era 2000-an.
“Dulu Serie A adalah liga terbaik di Eropa. Pemain top ada di mana-mana, bukan hanya di Milan, Inter, atau Juventus. Sekarang kualitas teknisnya menurun.”
Baca Juga: Conceicao Tegas Setia di Juventus, Tapi Frustrasi Minim Gol: Ini Hanya Soal Waktu!
Menurut Kaladze, kejayaan Milan tak hanya soal pemain bintang.
“Kami bukan sekadar tim, tapi keluarga. Sering makan malam bersama, sangat kompak. Itu yang membuat perbedaan.”
Ia memuji Allegri yang dinilai sukses mengembalikan mentalitas tim.
“Allegri melakukan pekerjaan hebat. Mentalitas tim kembali, Milan bermain sebagai satu kesatuan.”
Selama 10 musim berseragam merah-hitam, Kaladze meraih berbagai gelar prestisius sebelum melanjutkan karier ke Genoa dan kemudian terjun ke dunia politik. Saat ini, ia menjabat sebagai Wali Kota Tbilisi.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Conceicao Tegas Setia di Juventus, Tapi Frustrasi Minim Gol: Ini Hanya Soal Waktu!
-
Kontrak di Juventus Tak Jelas, Barcelona Siap Tampung Dusan Vlahovic Asal Mau Potong Gaji
-
Jangan Kelamaan AC Milan, Christian Pulisic sedang Diintai Duo Raksasa Inggris
-
Maaf AC Milan, Manchester United Ingin Perpanjang Kontrak Harry Maguire
-
Arne Slot Frustrasi! Liverpool Menyerah Kejar Tiket ke Liga Champions?
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
Terkini
-
Magis Carlo Ancelotti! Ketenangannya Selamatkan Brasil dari Aib Terburuk di Piala Dunia 2026
-
Julian Nagelsmann Nilai Timnas Jerman Bukan Lagi Tim Elite Dunia Usai Gugur di Piala Dunia 2026
-
Noussair Mazraoui Sesumbar usai Depak Belanda: Maroko Kini Sejajar dengan Tim Elit Dunia
-
Hajime Moriyasu Menilai Jarak Kualitas Jepang dan Brasil Kini Semakin Menipis
-
Eksperimen Gagal Ronald Koeman! Belanda Dihajar Maroko saat Pakai 5 Bek Lagi Setelah 2 Tahun
-
Mariano Peralta Pilih Persib Dibanding Persija karena Ingin Tampil di Asia?
-
Martinelli: Kami Percaya Diri karena Carlo Ancelotti Bersikap Tenang di Pinggir Lapangan
-
DPR RI Setujui Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery! Selangkah Lagi Bela Timnas Indonesia
-
Pemain Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026 Mulai Terungkap!
-
Miroslav Koubek Mundur dari Kursi Kepelatihan Ceko Usai Kegagalan Total di Piala Dunia 2026