Deli.suara.com - Serupa dengan kurs Rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi, dibuka menguat 35,26 poin atau 0,5 persen ke posisi 7.044,98.
Penguatan pasar saham Indonesia ini mengikuti pergerakan positif bursa saham global. Pada penutupan kemarin, bursa saham AS menguat. Hal itu didorong oleh koreksi yang dalam beberapa hari terakhir, yang menginformasikan valuasi indeks yang relatif atraktif.
"Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan menguat, didukung oleh sentimen positif di regional yang didorong oleh kebijakan Inggris untuk mendorong perekonomian, serta ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang masih positif di kuartal III 2022," tulis Tim Riset Panin Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa, sebagaimana dikutip dari Antara.
Saat ini, investor masih akan mencermati rilis laporan keuangan pada kuartal III 2022, di mana pertumbuhan laba S&P 500 diperkirakan masih akan meningkat 6,1 persen (yoy).
Namun Howard Silverblatt, analis untuk indeks, memperkirakan estimasi itu terlalu tinggi dan melihat laba bersih diperkirakan akan turun 7 persen pada kuartal III 2022 sehingga hal itu akan memberikan tekanan untuk indeks.
Sementara itu, bursa saham Eropa kemarin ditutup menguat. Pasar mengalami penguatan setelah kemarin Inggris melakukan pemangkasan pajak dan melakukan pembelian obligasi, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Namun investor patut mencermati terkait dengan saham Credit Suisse, yang turun 9 persen pada awal pekan kemarin, karena kekhawatiran terkait dengan likuiditas dan permodalan bank tersebut, setelah kemarin credit default swap mengalami kenaikan yang signifikan.
Investor patut mencermati pula terkait dengan permasalahan rantai pasokan. Riset yang dikeluarkan oleh HSBC menyatakan adanya deglobalisation wave dimana porsi penjualan luar negeri turun di bawah 50 persen pada 2021, level terendah dalam lima tahun terakhir.
Sedangkan bursa saham Asia pagi ini dibuka sebagian besar menguat. Investor secara umum merespon positif, kebijakan Inggris yang suportif. Namun investor patut mencermati tensi yang masih tinggi di Asia, setelah kemarin Korea Utara melakukan uji coba misil.
Baca Juga: 5 Ciri Selingkuh Non-Fisik, Awas Jangan Sampai Keterusan!
Dari komoditas, harga emas menguat 0,29 persen dan minyak Brent menguat 1,02 persen.
Harga minyak menguat karena para produsen minyak anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak atau OPEC dan para produsen non-OPEC, dilaporkan sedang mempertimbangkan pemangkasan produksi terbesar sejak awal pandemi COVID-19
Kebijakan itu hendak diambil karena adanya potensi perlambatan ekonomi global yang dapat menurunkan permintaan minyak. Berdasarkan sejumlah sumber dapat mencapai lebih dari satu juta barel per hari (bph). [BAB]
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru
-
Bye Daki! 5 Body Exfoliating Toner untuk Kulit Badan Auto Cerah dan Halus
-
Yamaha Ajak Pengguna Motor Indonesia Makin Peduli Keselamatan Lewat Gerakan Pilih Selamat
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Jelang Suro: Polsek Widodaren Sita 10 Knalpot Brong di Parkiran Sekolah
-
Selamat Tinggal Pedal Rem! Motor Sport Yamaha Terbaru Bakal Dikendarai ala Skutik?
-
Siap Tarung di Dunia Kerja: Disnaker Lampung Sebar Pelatihan Vokasi di 33 Titik Strategis