Deli.Suara.com : Pelatih PSMS Medan, I Putu Gede mulai bertanya kapan dimulai lagi Liga 2 pasca buntut tragedi berdarah yang merenggut nyawa seratusan orang, di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Ia mengatakan saat ini skuadnya terus menjaga antusias dalam berlatih sepakbola sembari berharap kompetisi Liga 2 kembali digelar.
"Dalam setiap latihan mereka (pemain senior) bisa memberikan banyak masukan sehingga yang lainnya tetap serius, tetap antusias dan tetap terjaga semangatnya," kata Putu, kepada wartawan, Rabu (5/10/2022).
"Cuman yang jadi pertanyaan adalah ini sampai kapan? Karena tak mungkin kita terus latihan tanpa ada kepastian. Gak masalah ada penundaan, tapi yang penting ada kepastian," sambungnya.
Untuk itu, I Putu Gede menungggu penundaan melakukan latihan terus untuk memberikan semangat dan motivasi kepada pemai.
"Jadi, jangan sampailah lama kali penundaan ini (Liga 2)," harapnya.
Lebih lanjut, Putu menyebut timnya saat ini kembali menyesuaikan agenda mereka pasca terjadinya penundaan kompetisi selama 2 pekan.
"Agenda kita menyesuaikan jadwal pertandingan ya, jadi tanggal 8 kita seharusnya ada match (lawan Perserang), jadi kita coba agendakan laga uji coba," ucapnya.
"Untuk lawan kita belum tahu. Kalau gak ada, kita game internal lagi. Sementara itu dulu sambil menunggu perkembangan situasi, baru ada program selanjutnya," pungkas pelatih berlisensi A AFC itu.
Baca Juga: Simple, Ini Cara Gaya Hidup Berkelanjutan di Rumah
Diketahui, penundaan yang ditetapkan oleh PT. Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi, pada 3 Oktober 2022 lalu tak lepas dari tragedi Kanjuruhan di Malang, pada 1 Oktober silam yang mengakibatkan 131 orang meninggal dunia.
Reporter : Beni Nasution
Berita Terkait
-
Gelar Doa Bersama, Suporter di Papua Barat Nyalakan Lilin untuk Korban Tragedi Kanjuruhan
-
Pemain Gresik United Tetap Latihan dan Mendoakan Korban Peristiwa di Stadion Kanjuruhan
-
PUPR Benahi Stadion Kanjuruhan demi Tingkatkan Keselamatan Suporter
-
Lagu Iwan Fals Terbaru Tragedi 'Kanjuruhan' Trending di TikTok Bikin Publik Teteskan Air Mata
-
Polri Bikin Lomba Tulisan, Tema Humanis Bikin Jempol Warganet Gatal: Gimana Pak Nama Polri Tercoreng di Dunia
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan
-
1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak
-
Kritik Masjid Megah, Dedi Mulyadi: Jangan Sampai Jadi Tempat Selfie Bukan Tempat Tafakur
-
Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?
-
Anak Korban Pembunuhan di Gelam Serang Murka: Ibu Saya Tak Minta Uang, Justru Dia yang Matre
-
BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG
-
Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?
-
Pelatih Senegal Pape Thiaw: Salat Dulu Baru Piala Dunia
-
HP Murah Anyar, Tecno Spark 50 Pro Usung Sensor Sony dan Baterai Jumbo
-
Start Apik di Piala Dunia 2026, Salem Al-Dawsari Syukuri Hasil Imbang Lawan Uruguay