Saudara-saudari… Terkadang kita seperti orang Farisi ini. Terkadang dalam berdoa, kita juga membandingkan diri kita dengan orang lain. Contohnya saja: Dalam doa kita mendengar: “Tuhan, begitu banyak orang di luar sana yang mabuk, judi, tidak berdoa, tidak datang ke gereja dll.” Kita membenarkan diri di hadapan Tuhan dan mempersalahkan orang lain.
Kalau kita mau ucapkan syukur atas kesuksesan kita, berilah pujian kepada Tuhan karena Dialah yang memungkinkan semua itu terjadi. Karena berkatNya-lah kita alami kesuksesan itu. Kepintaran kita bersumber pada Tuhan dan kekuatan kita berasal daripadaNya. Tuhan adalah sumber segalanya, dan kita cuma penyalur kekuatan dan kepintaranNya. Berilah pujian kepadaNya.
Kalau kita amati tingkah-laku pemungut cukai: Dia berdiri jauh-jauh, bahkan tidak berani menengadah ke langit, melainkan memukul diri dan berkata: “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.” Lukas 18: 13. Pemungut cukai sungguh sadar akan kekurangannya dan memohon belaskasihan Tuhan keatas dirinya sendiri. Yesus memuji sikap doa dari Pemungut cukai ini. Yesus berkata: “Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak.” Lukas 18: 14a
Yesus pada akhir pengajaranNya menegaskan kepada para muridNya, kataNya: Barangsiapa yang meninggikan dirinya, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” Lukas 18: 14b
Apa yang dikatakan Yesus ini sungguh-sungguh benar. Sering terjadi dalam masyarakat kita, bahwa orang yang meninggikan dirinya, sombong dan sok tahu. Reaksi orang lain terhadap pribadi demikan adalah cibirkan bibir dan merendahkan dia, tidak mempercayai dia. Sebaliknya, kalau orang selalu rendah hati, sopan dan akui kelemahannya, maka orang lain akan selalu memuji-muji dan malah jadikan dia sebagai tokoh panutan dalam masyarakat.
Saudara-saudari… Mari kita bertanya diri: kita masuk dalam kelompok yang mana? Kelompok yang selalu mengakui diri hebat, rendahkan orang lain atau masuk dalam kelompok yang selalu sadar akan kekurangan dan kelemahan diri sendiri dan dengan sopan memohon ampun atas kesalahan dan dosa agar boleh berelasi dan berkomunikasi dengan baik kembali?
Kita berdoa memohon bantuan Tuhan agar kita selalu promosikan sikap rendah hati terhadap sesama dan Tuhan dalam hidup harian kita.
Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Uskup Katolik Jabodetabek Deklarasi Dukung Anies Baswedan Jadi Presiden, Benarkah?
-
Demi Anugerahi Anies 'Bapak Toleransi Beragama', Forsai Diduga Palsukan Tanda Tangan, Tokoh Katolik Layangkan Keberatan
-
Bertemu Gubernur,Pemuda Katolik Lampung Diajak Bersinergi bagi Pembangunan Provinsi Lampung
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
Terkini
-
Misi Menolak Jadi Kaum Rebahan: 6 Cara Memaksimalkan Waktu Libur Lebaran
-
BRILink Rieche Endah Jadi Bukti Komitmen BRI untuk Dorong Inklusi Keuangan
-
Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok
-
1 Agen, 1 Desa, Hadirkan Ribuan Manfaat: BRI Perkuat Inklusi Keuangan di Lape NTB Lewat BRILink Agen
-
BRILink Rieche Endah Mudahkan Warga Dusun di Sumbawa Bertransaksi Keuangan
-
Rp1.746 Triliun Transaksi Dicetak BRILink Agen, Jadi Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Negeri Kita
-
BRILink Rieche Endah Mampu Ciptakan Peluang Usaha bagi Warga Dusun di Sumbawa
-
1,1 Juta Agen BRILink Dorong Inklusi Keuangan Sampai ke Pelosok Negeri, Contohnya Rieche Endah
-
Rieche Endah Kini Permudah Transaksi Perbankan Warga Dusun di Sumbawa
-
Brand Zaskia Adya Mecca Kena Komplain Baru Dipakai Sudah Rusak, Ini Klarifikasi Pemiliknya