/
Minggu, 23 Oktober 2022 | 09:15 WIB
renungan katolik. (RenKat)

Saudara-saudari… Terkadang kita seperti orang Farisi ini. Terkadang dalam berdoa, kita juga membandingkan diri kita dengan orang lain. Contohnya saja: Dalam doa kita mendengar: “Tuhan, begitu banyak orang di luar sana yang mabuk, judi, tidak berdoa, tidak datang ke gereja dll.”  Kita membenarkan diri di hadapan Tuhan dan mempersalahkan orang lain. 

Kalau kita mau ucapkan syukur atas kesuksesan kita, berilah pujian kepada Tuhan karena Dialah yang memungkinkan semua itu terjadi. Karena berkatNya-lah kita alami kesuksesan itu. Kepintaran kita bersumber pada Tuhan dan kekuatan kita berasal daripadaNya. Tuhan adalah sumber segalanya, dan kita cuma penyalur kekuatan dan kepintaranNya. Berilah pujian kepadaNya. 

Kalau kita amati tingkah-laku pemungut cukai: Dia berdiri jauh-jauh, bahkan tidak berani menengadah ke langit, melainkan memukul diri dan berkata: “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.” Lukas 18: 13.  Pemungut cukai sungguh sadar akan kekurangannya dan memohon belaskasihan Tuhan keatas dirinya sendiri. Yesus memuji sikap doa dari Pemungut cukai ini.  Yesus berkata: “Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak.” Lukas 18: 14a 

Yesus pada akhir pengajaranNya menegaskan kepada para muridNya, kataNya: Barangsiapa yang meninggikan dirinya, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” Lukas 18: 14b

Apa yang dikatakan Yesus ini sungguh-sungguh benar. Sering terjadi dalam masyarakat kita, bahwa orang yang meninggikan dirinya, sombong dan sok tahu. Reaksi orang lain terhadap pribadi demikan adalah cibirkan bibir dan merendahkan dia, tidak mempercayai dia. Sebaliknya, kalau orang selalu rendah hati, sopan dan akui kelemahannya, maka orang lain akan selalu memuji-muji dan malah jadikan dia sebagai tokoh panutan dalam masyarakat.

Saudara-saudari… Mari kita bertanya diri: kita masuk dalam kelompok yang mana? Kelompok yang selalu mengakui diri hebat, rendahkan orang lain atau masuk dalam kelompok yang selalu sadar akan kekurangan dan kelemahan diri sendiri dan dengan sopan memohon ampun atas kesalahan dan dosa agar boleh berelasi dan berkomunikasi dengan baik kembali?
 
Kita berdoa memohon bantuan Tuhan agar kita selalu promosikan sikap rendah hati terhadap sesama dan Tuhan dalam hidup harian kita. 

Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen.

Load More