Deli.suara.com - HARI MINGGU BIASA XXX | Minggu, 23 Oktober 2022 | Bersama Pater Fredy Jehadin,SVD
===============
BACAAN PERTAMA:
Putra Sirakh
35: 12 - 14. 16 - 18
BACAAN KEDUA:
2 Timotius
4: 6 - 8. 16 - 18
INJIL LUKAS,
18 : 9 - 14
Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepadaMu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."
Demikianlah Sabda Tuhan
U: Terpujilah Kristus
Baca Juga: Ratusan Obat Sirop Dilarang Ditarik Dari Apotik di Palembang
===============
SIRAMAN ROHANI
MINGGU, 23 OKTOBER 2022
RP FREDY JEHADIN, SVD
Tema:
Rendah Hatilah Di Hadapan Tuhan Dan Sesama!
Lukas 18: 9 - 14
Saudara-saudari…. Yesus Kristus adalah seorang yang suka berceritera. Di saat Dia mau mengajar satu pelajaran, Dia menggunakan ceritera. Karena Dia tahu bahwa orang akan lebih muda mengingat ceritera dan pesan di balik ceritera itu.
Hari ini, Yesus menceriterakan satu ceritera tentang orang Farisi, yang meninggikan dirinya waktu berdoa dan seorang Pemungut Cukai yang rendah hati.
Dalam ceritera ini, kita amati perbedaan tingkah-laku antara orang Farisi dan Pemungut Cukai. Orang Farisi: dengan bangganya melapor diri kepada Tuhan akan segala kebaikan dan kesuksesan dalam hidup hariannya. Ia membenarkan diri di hadapan Tuhan dan menganggap orang lain berdosa. Kata orang Farisi itu: “Ya Allah aku mengucap syukur kepadaMu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini.” Lukas 18: 11. Sepertinya dia tidak tahu, bahwa Tuhan adalah Mahatahu. Di saat dia meninggikan dirinya di hadapan Tuhan, pada saat yang sama, orang Farisi ini sudah jatuh ke dalam dosa kesombongan.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Uskup Katolik Jabodetabek Deklarasi Dukung Anies Baswedan Jadi Presiden, Benarkah?
-
Demi Anugerahi Anies 'Bapak Toleransi Beragama', Forsai Diduga Palsukan Tanda Tangan, Tokoh Katolik Layangkan Keberatan
-
Bertemu Gubernur,Pemuda Katolik Lampung Diajak Bersinergi bagi Pembangunan Provinsi Lampung
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Menhub dan Seskab Sidak Dini Hari di Pulo Gebang, Ini Kata Mereka Soal Arus Balik Lebaran!
-
Ramalan Keuangan Zodiak 25 Maret 2026: Ini 5 Zodiak Paling Moncer, Ketiban Rezeki Nomplok
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Dulu Jauh dari Tuhan, Ivan Gunawan Kenang Momen Diajak Edric Tjandra Temui Banyak Pendeta
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Penilaian Donald Trump ke Mohammad Bagher Ghalibaf: Dia Pilihan Menarik untuk Iran
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis