/
Senin, 31 Oktober 2022 | 11:04 WIB
Pelajar meminta maaf kepada orangtuanya. (Beni Nasution)

Deli.Suara.com - 23 pelajar bertekuk lutut sambil menangis memeluk orangtua, di Aula Mapolsek Sunggal, Minggu (30/10/2022) malam.  

Sambil menangis dan memohon ampun, pelajar itu tampak memeluk erat orangtua masing-masing. Mereka tampak menyesal dengan tindakan konyol tersebut. 

Namun nasi sudah menjadi bubur, pelajar tersebut untuk sementara harus mendekam dinginnya dinding tahanan Polsek Sunggal untuk melalukan proses lebih lanjut. 

Pelajar ini merupakan kelompok remaja yang sempat viral di sosial media melakukan aksi tawuran dan bahkan merampas sepeda motor, di Jalan Gagak Hitam, Jumat (21/10/2022) kemarin. 

Dari 23 pelajar yang diamankan, 3 pelajar dipastikan tidak akan ditahan lagi. Pasalnya, sudah terbukti tidak mengikuti aksi tawuran tersebut. 

Boru Sihotang selaku orangtua salah satu pelajar yang dipulangkan merasa senang. Ia sampai menangis dan tidak bisa makan untuk memikirkan sang buah hatinya mendekam di Mapolsek Sunggal kemarin. 

"Saya sampai tidak bisa makan, tidur pun susah memikirkan anak saya di kantor polisi. Kayak mana nasibnya? makan apak tidak di sana? Itu yang saya pikirkan," ucapnya.

Mendengar anaknya tak terlibat, ia pun merasa senang dan legah mendapat pernyataan pihak polisi tersebut. Kedepan, ia akan lebih tegas lagi untuk menjaga anaknya.

"Semoga ini menjadi pembelajaran untuk kedepannya tidak berbuat hal yang serupa," ucapnya.

Baca Juga: 1 Jutaan, Redmi A1 Akan Rilis di Indonesia

Sementara itu N (15) pelajar yang tidak kedatangan orangtuanya merasa sedih. Ia menangis melihat teman-temannya memeluk erat orangtua masing-masing. Dia pun terpaku di sudut tembok melihat keeratan anak dan orangtua tersebut.

"Di telepon belum diangkat tadi, sedih ngak ada orangtua di sini. Saya benar-benar tobat ikut-ikut konvoi ini," ucapnya.

Kapolsek Sunggal Kompol Chandra Yudha Pranata mengaku, pihaknya telah mengamankan pelajar yang melakukan konvoi tepatnya di Simpang Sunggal, samping SPBU. Ia katakan, rombongan itu melihat pejalar tak dikenal langsung menyerang. 

Tak hanya melakukan penyerangan terhadap pelajar tersebut, kata Yudha ada  pelajar yang merampas lalu mengambil sepeda motor tersebut untuk dijual. 

"Mereka melakukan aksi merampas dua sepeda motor. Alhamdulillah, korban tidak mengalami luka-luka karena sajam (senjata tajam) tidak kena," ucapnya.

Setelah itu, korban melaporkan ke Mapolsek Sunggal untuk ditindak lanjuti. Kemudian kata Yudha pihaknya langsung memburu pelajar yang sempat viral diberbagai sosial media (sosmed) tersebut. 

Load More