Deli.suara.com - Crypto winter alias musim dingin kripto semakin menusuk pasca bursa kripto FTX menyatakan diri bangkrut, setelah krisis likuiditas.
Fenomena Crypto Winter ditengarai dapat berdampak buruk bagi ekosistem industri mata uang kripto. Lantas, apa itu Crypto Winter?
Apa itu Crypto Winter?
Mengutip Kompas, Crypto Winter adalah penyebutan untuk fenomena jatuhnya harga atau nilai mata uang kripto di pasar secara drastis dan berkepanjangan.
Perlu diketahui, beberapa mata uang kripto yang cukup dominan di pasar, kini harganya tengah anjlok. Misalnya, seperti harga pada Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).
Mengutip Zipmex, contohnya saja pada bulan Juni 2021 lalu, lima aset kripto terkemuka di dunia nyaris mengalami penurunan dalam waktu seminggu. Akibatnya, sejumlah trader berspekulasi bahwa akan terjadi musim dingin bagi aset kripto, alias crypto winter.
Dikutip dari CNBC Indonesia, musim dingin bagi aset kripto dapat terjadi apabila nilainya masuk ke level 20 ribu dolar AS. Sementara berdasarkan grafik harga Bitcoin di situs CoinMarketCap, pada 30 Juni 2021, nilai Bitcoin berada di nilai 35 ribu dolar AS.
Fenomena merosotnya nilai mata uang kripto ini bukanlah yang pertama kali terjadi di pasar. Istilah Crypto Winter sendiri sudah dipakai sejak awal 2018, untuk menandai merosotnya nilai Bitcoin di pasar lebih dari 80 persen.
Pada 2017, Bitcoin pernah mencapai level harga tertingginya di angka hampir 19.500 dollar AS (Rp 289 juta bila menggunakan kurs saat ini).
Baca Juga: 5 Hal yang Bisa Membuat Karier Kita Hancur, Salah Satunya Ada Kebiasaanmu?
Memasuki 2018, harga bitcoin anjlok jadi sekitar 3.300 dollar AS (Rp 48 juta). Crypto Winter di masa itu berlangsung mulai Januari 2018 hingga Desember 2020.
Setelah itu, harga mata uang kripto berangsur pulih. Puncaknya di November 2021, harga 1 koin Bitcoin sempat berada di level 68.990 dollar AS (Rp 1 miliar).
Namun, menguatnya nilai mata uang kripto itu tak berlangsung lama. Nilai beberapa mata uang kripto, termasuk Bitcoin dan Ethereum, terus mengalami kemerosotan hingga 70 persen, sejak tujuh bulan terakhir dari November 2021.
Fenomena merosotnya nilai mata uang kripto selama berbulan-bulan itulah yang kemudian diindikasikan pula sebagai Crypto Winters, mirip seperti yang terjadi pada tahun 2018.
Dikutip dari laman Forbes, Crypto Winter umumnya diakibatkan ketika terdapat aksi penjualan besar-besaran mata uang kripto dari harga tertinggi.
Berapa lama crypto winter umumnya terjadi?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
Terkini
-
Sudah Tahu Harga BBM Turun per 4 Februari 2026? Ini Daftar Lengkap Tarif Pertamina hingga Shell Baru
-
Gaji UMR Masih Bisa Beli Motor Baru, Ini Daftar Pilihannya
-
5 Orang Meninggal Dunia, Status Siaga Darurat Hidrometeorologi DIY Diperpanjang
-
Siapa yang Pertama Lapor? Begini Awal Mula Terbongkarnya Skandal Jeffrey Epstein
-
5 HP Murah dengan Ruang Penyimpanan 256GB, Storage Lega Tanpa Bokek
-
14 Pejabat Eselon II Pemkot Cilegon Diambil Sumpah, Ini Daftar Nama dan Jabatanya
-
UNM Punya Plt Rektor Baru, Bagaimana Kelanjutan Kasus Karta Jayadi?
-
Harga Pangan Merangkak Naik Jelang Ramadan, Pedagang Tekan Stok dan Porsi demi Bertahan Hidup
-
Xiaomi Pad 8 Siap Meluncur di Pasar Global, Usung Chipset Kencang Snapdragon 8s Gen 4
-
4 Brightening Sleeping Mask Alcohol-Free untuk Kulit Cerah Tanpa Iritasi