Kontestasi politik jelang Pilpres 2024 makin memanas. Bakal Capres dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan mulai menunjukkan taringnya dengan melemparkan sejumlah pernyataan yang memantik kehebohan publik.
Jika sebelumnya Anies menyinggung soal pembangunan jalan di era Presiden SBY dengan Jokowi, terkini ia mengungkap soal metode safari politik yang ia lakukan untuk mendekatkan diri ke masyarakat.
Anies menekankan, ketika bertemu dan berinteraksi dengan masyarakat, ia sama sekali tidak membawa media ataupun kamera. Ia melakukan safari dengan senyap karena tujuannya untuk mendengarkan langsung suara rakyat, bukan pencitraan.
“Saya datang (menemui rakyat) ke banyak tempat tanpa (bawa) kamera, tanpa media, tanpa ditemani siapa-siapa. Seringkali saya hanya datang sendirian masuk ke suatu tempat, masuk ke sebuah warung,” ujar Anies.
“Saya ngobrol dengan masyarakat, saya mendengar cerita mereka dan saya temui mereka bukan untuk selfie dan diposting di pagi hari bukan, saya bukan lari-lari untuk posting foto. Saya lagi mendengarkan suara mereka,” lanjutnya.
Kegiatan turun ke bawah yang dilakukan Anies itu diakuinya dilakukan selama bulan Ramadan lalu, dan menyebutnya dengan istilah tirakat.
Tirakat itu ia lakukan ke sejumlah daerah, hingga ke wilayah pelosok untuk mengetahui dengan pasti seperti apa kondisi masyarakat yang sesungguhnya.
Dalam kesempatan itu, Anies mengaku banyak bertemu dengan masyarakat dan mengobrol langsung dengan mereka. Dan lagi-lagi, Anies menekankan kalau safari politik yang ia lakukan itu bukan dalam rangka untuk eksis di media sosial.
Pernyataan Anies Sindir Ganjar?
Baca Juga: Gibran 'Nangis' ke Mbak-mbak Ini: Ketemu Prabowo Nesu, Ketemu Anies Nesu, Pengenmu Piye?
Pernyataan Anies itu seakan menjadi sindiran untuk bakal calon presiden lainnya yang memang gemar bertemu dengan masyarakat sambil diabadikan dalam rekaman lensa dan diunggah di media sosial.
Di sisi lain, Ganjar melakukan olahraga lari ketika ia berkunjung ke Manado, Sulawesi Utara pada Kamis (18/5/2023). Dalam kesempatan itu ia sempat bertemu dan berinteraksi dengan masyarakat Kota Manado, di Lapangan Mega Mas.
Merespons pernyataan Anies, politikus senior PDI perjuangan Hendrawan Supratikno angkat bicara.
Ia mengaku tidak mempermasalahkan dugaan sindiran Anies tersebut. Sebeb menurut dia, dalam politik, aksi saling sindir dan bahkan saling puji adalah hal yang biasa.
Berita Terkait
-
Survei Litbang Kompas: Elektabilitas Prabowo Capai 24,5 Persen, Unggul dari Ganjar dan Anies
-
Demokrat: Pilpres 2024 Adalah Pertarungan 2 Kelompok, Pendukung Perubahan Dengan Pendukung Status Quo
-
Jokowi Kena Sentil Elite Demokrat Lagi: Jangan 'Main' Dua Kaki, Seharusnya Tiga Kaki
-
Gibran 'Nangis' ke Mbak-mbak Ini: Ketemu Prabowo Nesu, Ketemu Anies Nesu, Pengenmu Piye?
-
Sebar Video Hoaks Panglima TNI Deklarasi Anies Presiden 2024, Polda Metro Dalami Pemilik Akun YouTube Menara Istana
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan