Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyerukan kepada kaum muda untuk tidak melakukan pernikahan dini. Kaum muda diimbau untuk menikah dengan usia yang lebih matang dalam rangka mencegah fenomena stunting.
Namun nyatanya, seruan untuk tidak menikah terlalu dini berbanding terbalik dengan tren data yang dirilis oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Tengah.
Berdasarkan data tersebut, terungkap fakta mengejutkan, yakni kasus pernikahan dini di wilayah pemerintahan Ganjar telah melonjak hingga 456 persen, mulai tahun 2019 hingga 2022.
Fakta itu sampai disoroti oleh seorang warganet di Twitter. Pemilik akun @Mu******mur memaparkan data pertumbuhan kasus pernikahan dini di Jawa Tengah tela meningkat dari 2.049 kasus pada tahun 2019, menjadi 11.392 kasus pada tahun 2022.
Menurut warganet ini, peningkatan kasus pernikahan dini di Jawa Tengah memiliki kaitan erat dengan kebijakan Ganjar Pranowo terhadap masyarakat di daerah kepemimpinannya.
"Tentu saja ini ada kaitannya dengan kebijakan, bila kita tinjau dari sisi faktor-faktor penyebab pernikahan dini," tulis warganet ini dalam tweetnya.
Melihat data dari DP3AKB Jateng, terungkap bahwa kasus pernikahan dini di Jawa Tengah telah mencapai 12.972 kasus pada tahun 2020. Kemudian kasus pernikahan dini kembali melonjak pada 2021, yang menembus 13.595 kasus.
Adapun definisi pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh perempuan berusia di bawah 16 tahun, sesuai dengan definisi dari Badan Pusat Statistik (BPS), UNICEF, dan PUSKAPA-UI.
Dijelaskan lebih lanjut, faktor-faktor pemicu pernikahan dini meliputi isu-isu ekonomi atau kemiskinan, pendidikan, budaya, dan hubungan seksual pranikah atau kehamilan di luar nikah.
Baca Juga: Tak Hanya Menyenangkan, Ini 4 Manfaat Liburan bagi Kesehatan Mental
Ganjar Pranowo sebelumnya telah menyerukan kepada generasi muda, khususnya di Jawa Tengah, untuk merencanakan pernikahan dan kehamilan dengan matang sebagai upaya mencegah stunting.
Salah satunya dengan memastikan remaja tidak menikah di usia yang terlalu dini. Hal ini disampaikan setelahnya menghadiri tausiyah Kebangsaan Gerakan Semesta Mencegah Stunting Kabupaten Grobogan pada Selasa (23/5/2023).
Berita Terkait
-
Diberi Golok Ciomas, Ganjar Didapuk Jadi Dewan Kehormatan Paguyuban Seni Budaya di Banten
-
Senam Bareng Ribuan Warga di CFD Serang, Teriakkan Ganjar Presiden Rakyat Menggema
-
Garangnya Ganjar di Banten: Kekalahan Jokowi, Banteng Tak Cengeng!
-
Namanya Harum Disanjung-sanjung Pengamat, Disebut Cocok Jadi Cawapres Prabowo Atau Ganjar, Sehebat Apa Erick Thohir?
-
Loyalis Ganjar Mau Nyoblos Aldi Taher Biar DPR Ribut, Warganet: Gak Mungkin! Semua Pasti Disuruh Ngaji
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim