Nama Mantan Ketua MPR Amien Rais hingga saat ini masih terus berkiprah di dunia politik Indonesia. Bahkan mantan pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) ini pun mendirikan Partai Ummat yang kini akan berkontestasi politik pada Pemilu 2024 mendatang.
Meski begitu, Amien Rais kini dikenal dengan nazar akan jalan kaki dari Jogja ke Jakarta. Ucapan nazar tersebut pernah disampaikannya melalui media massa saat Pemilu 2014 silam. Kala itu, Amien Rais mendukung Prabowo Subianto yang maju menjadi capres. Nazar tersebut terucap, lantaran ia mengungkapkan tidak pernah berucap kalau tidak pernah menuduh Prabowo yang tidak-tidak.
"Saya akan jalan kaki Jakarta-Yogya bolak balik, kalau perlu sambil engklek. Saya enggak seperti itu. Insya Allah saya enggak pernah nuduh Prabiwo yang begitu, enggak," kata Amien.
Namun, saat ditelusuri ternyata Amien Rais pernah menuduh jika Prabowo sebagai salah satu yang bertanggung jawab dalam kasus penculikan aktivis 1998. Lantaran itu, Amien Rais kemudian mendapat serangan dari netizen.
Baru-baru ini, video Amien Rais sedang membagikan uang kepada sejumlah orang beredar di media sosial (medsos). Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @ummatjateng. Dalam video tersebut terlihat Amien Rais yang sedang dipayungi membagikan sejumlah uang Rp 50 ribu kepada orang-orang yang berada di sekelilingnya.
Amien Rais terlihat mengenakan peci hitam dan kemeja lengan panjang berwarna gelap dengan motif garis horizontal berwarna hitam. Seketika itu, tangan Amien Rais merogoh kantongnya dan mengeluarkan lembaran uang pecahan Rp 50 ribu dan langsung membagikannya.
Momen tersebut terekam dalam video di sebuah lokasi yang diduga berada di area pemakaman.
"Sisi kedermawanan Amien Rais," tulis kapsion video yang diunggah dalam TikTok akun Partai Ummat Jateng.
Bukannya disambut positif, netizen yang membanjiri kolom komentar video tersebut malah menuliskan kata-kata yang nyelekit terkait janjinya pada tahun 2014 silam.
Baca Juga: 'Kayak Karyawan Aja', PDIP Bantah Ada Kontrak Politik Antara Ganjar dan Megawati
"Mbah Amin jalan Jogja Jakarta kapan," tulis akun TikTok @Sab*******.
"Masih menunggu jakarta jogja engklek," tulis akun @cah*****.
Sementara itu netizen lainnya pun menambahkan komentar yang tak kalah nyinyir.
"Ben ora ditagih engklek (Supaya nggak ditagih engklek). Bagi bagi duit," tulis akun @Pop****.
Tak hanya itu, nyinyiran lain pun ditulis dalam kolom komentar oleh netizen bernada negatif.
"Amin Rais kenapa itu... Padahal pinter tapi dia memilih jalan yang beda..," tulis akun @use*********
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Kabar Duka! Wonderkid Venezuela Ditemukan Tewas di Tengah Reruntuhan Gempa
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
Gak Bikin Jerawat Meradang! Ini 4 Micellar Water untuk Kulit Acne-Prone
-
Rekomendasi Produk Philips Terbaik Sepanjang Masa Berdasarkan Kategori
-
Lingkungan Kerja Nyaman Jadi Prioritas Baru Gen Z dan Milenial dalam Memilih Karier
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Novel Kereta 4.50 dari Paddington: Trik Pembunuhan di Luar Nalar
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan