News / Metropolitan
Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:19 WIB
ilustrasi tersangka ditangkap
Baca 10 detik
  • Polisi menangkap perempuan R dan laki-laki E di Ancol Jakarta Utara pada Rabu 12 Agustus 2026.
  • Penangkapan dilakukan atas dugaan penistaan agama melalui tantangan hafalan surah Ad-Duha berhadiah minuman keras saat konser.
  • Penyelenggara konser The Sounds Project menyampaikan kecaman keras dan menyatakan insiden tersebut berada di luar kendali mereka.

Suara.com - Polisi menangkap dua orang terduga pelaku dugaan penistaan agama terkait dengan tantangan hafalan surah Ad-Duha berhadiah minuman keras (miras) di acara Festival Musik Sound Project di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

"Pelaku penistaan saat ini sudah diamankan di Polres Metro Jakarta Utara," kata Plh Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Oki Waskito, kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).

Dua orang tersebut merupakan perempuan berinisial R dan laki-laki berinisial E. Namun, ia belum mengungkap peran keduanya. Sebab, tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang terlibat.

"Rencananya nanti malam akan digelarkan, paling lambat besok karna waktu 24 jam dari tadi pagi untuk menentukan peningkatan menjadi proses sidik," jelasnya.

Diketahui bersama aksi tantangan hafalan Surat Ad-Dhuha berhadiah minuman keras kepada penonton konser The Sound Project viral di sosial media.

Dalam potongan video yang diunggah akun Instagram Ustaz Dr. Hilmi Firdausi @hilmi.firdausi, tampak seorang perempuan mengikuti tantangan tersebut di booth brand miras.

Perempuan itu kemudian membacakan Surat Ad-Dhuha dari awal hingga akhir tanpa terlihat terputus.

Setelah perempuan tersebut berhasil menyelesaikan hafalannya, sejumlah sales dan laki-laki yang berada di booth langsung bersorak dan meramaikan suasana.

Salah satu pembawa acara yang ada di booth itu kemudian menanyakan identitas wanita tersebut.

Baca Juga: Dua Terduga Pelaku Penistaan Agama Konser Musik Ancol Ditangkap, Status Segera Tersangka

"Temannya mana, temannya yang membacakan surat tadi (Surat Ad Dhuha) mana?. Mau apa mau apa temennya? Pesen," kata perempuan tersebut.

Sementara itu, pihak penyelenggara konser The Sounds Project melalui akun media sosial resminya telah menyatakan sikap kecaman atas kejadian yang terjadi di salah satu booth sponsor, yakni Newport, pada tanggal 9 Agustus 2026.

“Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun,” tulis keterangan resmi dari The Sounds Project.

“Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan, dan kendali kami sebagai penyelenggara acara,” sambungnya.

Load More