/
Rabu, 31 Mei 2023 | 06:51 WIB
Presiden Joko Wiodo atau Jokowi ((Dok. Biro Setpres))

Konstelasi politik semakin menghangat, ini seiring pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan bakal cawe-cawe atau ikut menangani, turut campur di Pemilu 2024. Ia menyatakan cawe-cawe itu dalam artian tetap sesuai koridor hukum.

Tak mau memantik polemik panjang, Menteri Sekretaris Kabinet atau Menseskab Pramono Anung sendiri buru-buru menjelaskan  apa yang dimaksud oleh pernyataan Kepala Negara. Ia meminta masyarkat tidak negatif dulu.

"Beliau sampaikan cawe-cawe untuk hal yang positif, artinya pelaksanaan pemilu transparan, terbuka," kata Pramono di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (30/5/2023).

Pramono kemudian mengklaim Jokowi ingin menghadirkan Pemilu yang tepat waktu, transparan, terbuka, luber dan jurdil dapat terpenuhi.

"Dan sekarang ini kan proses regrouping capres cawapres. Yang berlangsung sangat dinamis, berberapa kebetulan ada di pemerintahan, dan itu tentu pasti dilakukan transparan," ujar Pramono.

Cawe-cawe yang dimaksud Jokowi kata dia, bukan berarti mempengaruhi hasil Pemilu 2024. Hal ini dinyatakan Pramono menjawab spekulasi yang muncul di publik.

"Oh enggak, bukan cawe-cawe kemudian untuk pengaruhi hasil pemilu, sama sekali engga. Cawe-cawe itu menciptakan pemilunya itu berlangsung dengan baik, dan apa yang menjadi keinginan beliau untuk hilirisasi tetep berlanjut," kata Pramono.

Politikus PDIP ini kemudian mengklaim cawe-cawe Kepala Negara bukan lantas memberikan dukungan kepada pasangan calon tertentu, sebut saja dalam hal ini bakal capres Ganjar Pranowo.

"Lho, cawe-cawe kan bukan untuk berikan dukungan ke siapa. Kan untuk ciptakan iklim demokrasi yang lebih baik, yang tidak melanggar peraturan apapun," kata Pramono.

Baca Juga: Dongkrak Ekonomi Masyarakat Lewat Pengembangan Potensi Desa Wisata Grogol Sleman Melalui Bakti Lingkungan

Respons Anies

Bakal capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan merespons pernyataan Jokowi itu. Ia menyebut soal ungkapan kekhawatiran dan penjegalan.

"Jadi merespons pemberitaan yang mengungkapkan bahwa Presiden mengambil sikap untuk akan bersikap tidak netral dan akan cawe-cawe. Semenjak semalam sampai tadi siang kami banyak sekali menerima ungkapan aspirasi dan kekhawatiran," kata Anies di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Selasa (30/5/2023).

Anies menjabarkan sejumlah ungkapan kekhawatiran yang diterima Anies dan Koalisi Perubahan. Antara lain penjegalan hingga potensi tak netralnya Pemilu 2024.

"Ada yang mengungkapkan kekhawatiran penjegalan, ada yang mengungkapkan kekhawatiran kriminalisasi, ada yang kekhawatiran tentang tidak netralnya penyelenggaraan pemilu, ada kekhawatiran tentang caleg-caleg yang mungkin dapat diperlakukan tidak fair, partai-partai yang dapat perlakuan tidak fair, calon-calon presiden yang dapat perlakukan tidak fair," ujar Anies.

Di sisi lain, Anies berharap ungkapan kekhawatiran itu tak terwujud usai Jokowi bilang akan cawe-cawe. Anies berharap Pemilu dan Pilpres 2024 berjalan secara netral tanpa ada kecurangan.

Load More