/
Selasa, 06 Juni 2023 | 13:18 WIB
Prabowo dan Jokowi Prabowo naik Rantis Maung (Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden) (Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan proposal perdamaian Rusia dan Ukraina yang disampaikan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bukan merupakan arahan darinya.

"Itu dari Pak Prabowo sendiri, tapi saya belum bertemu Pak Prabowo," kata Jokowi di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (6/6/2023).

Untuk itu, Jokowi berniat akan mengundang Prabowo menemuinya untuk meminta penjelasan soal proposal yang berakhir penolakan dari pihak Ukraina itu.

"Nanti, hari ini atau besok akan saya undang. Minta kejelasan apa yang Pak Menhan sampaikan," tambah dia.

Sebelumnya, Menhan Ukraina yang berada di bahwa komando Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut usulan Prabowo sebagai hal yang aneh.

Usulan tersebut disampaikan oleh sang Menhan RI di pertemuan menhan sedunia di International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue 20th Asia Security Summit, Singapura, Sabtu (3/6/2023). 

Prabowo menyampaikan 5 poin solusi damai yang terdiri atas gencatan senjata, penarikan mundur pasukan Rusia dan Ukraina sejauh 15 kilometer dari posisi serangan masing-masing pihak, dan pembuatan DMZ (zona demiliterisasi) di wilayah antara pasukan Rusia dan Ukraina.

Dia juga mengusulkan pasukan penjaga perdamaian dan pemantau PBB, referendum di wilayah sengketa.

Referendum tersebut diperuntukan demi menentukan bagi warga di zona demiliterisasi tersebut ingin bergabung ke Rusia atau Ukraina. 

Baca Juga: Sidang Perdana, Mario Dandy Didakwa Lakukan Penganiayaan Berat ke David Ozora

Tak lupa, Prabowo menuntut agar dialog Shangri-La menemukan modus deklarasi sukarela yang bertujuan mendesak Ukraina dan Rusia untuk segera memulai negosiasi perdamaian.

Load More