Suara.com - Maraknya jalan rusak disejumlah daerah Indonesia hingga ada beberapa kasus yang viral membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) gerah.
Pemerintah pun berencana untuk memperbaiki jalan rusak tersebut. Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengungkapkan pemerintah harus merogoh duit negara hingga Rp82,7 triliun untuk membangun dan memperbaiki jalan yang sulit diselesaikan.
Target pembangunan jalan tersebut pun ada dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Suharso membagi data tersebut ke dalam baseline di 2019, target 2023, prognosa 2024 berdasarkan pagu indikatif, dan target 2024 di RPJMN.
Ia merinci target pembangunan jalan era Jokowi mencakup tiga bagian, yakni jalan nasional, provinsi, dan kabupaten/kota. Jalan tersebut kudu masuk dalam kondisi mantap jalan untuk mencapai target RPJMN tersebut.
"Target 2024, 97 persen relatif jalan nasional bisa dicapai, jalan provinsi (75 persen) relatif juga bisa dicapai, tapi jalan kabupaten/kota yang ini (65 persen) sulit dicapai. Karena itu ada instruksi presiden (inpres) terkait jalan," tuturnya dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi XI DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/6/2023).
Suharso merinci kondisi mantap jalan nasional sepanjang 47.603 km. Berdasarkan baseline 2019, pembangunan jalan nasional sudah mencapai 92 persen dan ditargetkan rampung 93 persen pada 2023, 95 persen di 2024 berdasarkan pagu indikatif, dan 97 persen dalam RPJMN 2020-2024.
Untuk mencapai target tersebut, Suharso mengatakan perlu tambahan alokasi anggaran. Berdasarkan perhitungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), masih ada backlog sebesar Rp77 triliun.
Lalu, ia menyebut kondisi mantap jalan provinsi sepanjang 47.874 km. Prognosa pada 2019 ada di angka 68 persen, dengan target rampung 73 persen di 2023, selesai 74 persen pada tahun depan berdasarkan pagu indikatif, dan naik ke 75 persen pada 2024 berdasarkan RPJMN.
Sedangkan kondisi mantap jalan kabupaten/kota mencapai 431.426 km. Suharso merinci baseline pada 2019 pembangunan jalan ini baru rampung 57 persen, kemudian target tahun ini 63 persen, meningkat jadi 64 persen pada 2024 berdasarkan pagu indikatif, dan harus menyentuh 65 persen pada tahun depan jika mengacu RPJMN.
Baca Juga: Dihadiri Jokowi, PDIP Minta Maaf Jika Rakernas Bikin Jalan Lenteng Agung Macet
"Pelaksanaan inpres jalan daerah untuk mencapai target RPJMN dengan kebutuhan: 2023 Rp32,7 triliun dan 2024 Rp50 triliun," rinci data Suharso tersebut.
Sehingga kalau ditotal pemerintah harus menyiapkan anggaran sedikitnya Rp82,7 triliun untuk memperbaiki jalan rusak tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya
-
BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata
-
Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap
-
Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?
-
Kredit Tembus Rp8.659 Triliun, OJK Pastikan Kondisi Perbankan Masih Kuat
-
Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai
-
Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?
-
Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026