/
Kamis, 08 Juni 2023 | 10:22 WIB
Lionel Messi (AFP)

Saga transfer Lionel Messi berakhir sudah, setelah memutuskan hengkang dari raksasa Prancis, Paris Saint Germain (PSG), La Pulga digadang-gadang bakal kembali lagi ke Barcelona.

Lionel Messi juga santer bakal hijrah ke klub Liga Arab Saudi, Al Hilal. Namun spekulasi itu terjawal pada Rabu (7/6/2023) malam tadi, megabintang asal Argentina itu dipastikan bakal merapat ke Inter Miami, salah satu klub MLS di Amerika Serikat.

Dengan bakat serta nama besarnya, Lionel Messi sang peraih Piala Dunia 2022, penyandang 7 Ballon d'Or itu tentu banyak didambakan klub-klub elite dunia. Al Hilal dengan dana fantastis awalnya digadang-gadang bakal merekrut Messi dengan tawaran Rp 1 miliar euro setahun atau setara dengan Rp 15 triliun!

Pada akhirnya, Messi memilih Inter Miami. Lantas apa yang ditawarkan Inter Miami? Menurut laporan Athletic, Messi akan menerima kompensasi yang luar biasa besar dari pendapatan Apple, selaku pemegang hak siar MLS. Selain itu, Messi juga akan menerima kompensasi dari Adidas, terkait kedatangannya ke MLS.

Namun tahukah Anda, Inter Miami yang dimiliki oleh legenda Manchester United, David Beckham itu kini tengah berada di dasar klasemen!

Sebagai informasi, Liga MLS Amerika Serikat kini tengah bergulir memasuki pekan ke-17. MLS sendiri dibagi menjadi dua wilayah, yakni Wilayah Timur dan Wilayah Barat. Dan Inter Miami berada di klasemen Wilayah Timur.

Hingga pekan ke-16, Inter Miami tengah berada di dasar klasemen Wilayah Timur dari 15 tim. Inter Miami berada di urutan 15 dengan lima kemenangan dan 11 kekalahan.

Klub itu terpaut dua poin dari Chicago Fire yang ada di peringkat 14. Sementara pemimpin klasemen MLS Wilayah Timur kini diduduki oleh Cincinnati.

Tak Ada Degradasi

Baca Juga: 4 Cara Menggunakan Sinergi Archer di Magic Chess Mobile Legends

Namun Lionel Messi tak perlu khawatir timnya terdegradasi meski saat ini ada di dasar klasemen. MLS merupakan liga cukup unik dan berbeda dari liga-liga lain di dunia. Mereka tak punya sistem promosi atau degradasi!

Menyadur laman Goal, sepak bola Amerika Serikat tidak memiliki sistem promosi dan degradasi, menjadikan Major League Soccer (MLS) sebagai satu-satunya kompetisi teratas di dunia di mana klub tidak perlu takut untuk turun kasta.

Meskipun ada beberapa level dalam sistem sepakbola AS di bawah MLS, seperti United Soccer League (USL), klub-klub umumnya tidak diizinkan untuk berpindah antar level. Dan ketika mereka melompat, itu menjadi tim ekspansi MLS berdasarkan prestasi finansial, bukannya kinerja di lapangan.

Mengapa Tak Ada Promosi-Degradasi?

Ini dimulai dengan fakta bahwa beberapa dekade lalu tidak ada struktur sepakbola profesional yang mapan di AS. MLS membantu mengisi kekosongan dengan model bisnis yang memperlakukan setiap klub liga sebagai bagian dari satu entitas.

Struktur entitas tunggal tersebut telah membantu liga tumbuh dengan stabil selama dua dekade terakhir, berkembang dari yang awalnya 10 tim menjadi 29 tim yang akan tumbuh lebih banyak lagi di tahun-tahun mendatang.

Load More