Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyarankan agar presiden Indonesia selanjutnya tidak perlu melakukan perubahan atas capaian yang sudah diraih saat ini.
Luhut mengaku telah menemukan pola untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi (high income country).
"Sekarang kita sudah ketemu pattern (pola) untuk menjadi negara high income country, itu saya kita bisa kita lakukan, karena juga dari segi demografi bonus, kekayaan alam, downstream industry, digitalisasi, kemudian dana desa, itu ingredients daripada untuk membuat Indonesia hebat," kata Luhut di Acara Jakarta Geopolitical Forum VII, Rabu (14/6/2023).
Lebih lanjut Luhut menyarankan agar presiden Indonesia selanjutnya tidak perlu membicarakan soal perubahan berkaitan dengan urusan tersebut.
"Saya berharap siapapun presiden ke depan harus melakukan ini, tidak usah bicara perubahan lah, bagaimana menyempurnakan mempercepat proses ini, supaya generasi kalian juga bisa nanti melihat itu, karena kalau tidak kita fokus pada pekerjaan ini, belok-belok nanti tidak jalan," tegas Luhut.
Berdasarkan laporan Bank Dunia pada 1 Juli 2020, status Indonesia saat telah naik kelas dari negara dengan pendapatan menengah bawah (Lower Middle Income/LMI) menjadi negara berpendapatan menengah atas (Upper Middle Income/UMI).
Hal ini terjadi karena pendapatan nasional bruto (Gross National Income) per kapita di Indonesia telah meningkat dari sebelumnya 3.840 dolar Amerika Serikat menjadi 4.050 dolar Amerika Serikat.
GNI mengukur pendapatan nasional yang hanya dinikmati oleh warganya, sedangkan di dalam Produk Domestik Regional Bruto/PDB masih ada unsur pendapatan warga asing. Jika GNI dibagi dengan jumlah penduduk, maka akhirnya kita memperoleh GNI per kapita, yang menggambarkan tingkat pendapatan kotor rerata penduduk suatu negara.
Baca Juga: Mentan Syahrul Yasin Limpo Jadi Tersangka KPK, Jokowi Bersih-bersih Kabinet Dari Menteri NasDem?
Berita Terkait
-
Mentan Syahrul Yasin Limpo Jadi Tersangka KPK, Jokowi Bersih-bersih Kabinet Dari Menteri NasDem?
-
Jokowi Sentil Daerah: 80 Persen Anggaran Habis untuk Honor dan Perjalanan Dinas
-
Erina Gudono Kesal Foto Jadul Kaesang Dipakai Buat Berita: Udah Susah-Susah Kubantu Glow Up
-
Biar Berkah, Anies Disarankan Umumkan Cawapres Tepat di 1 Muharram
-
Perubahan Iklim Buat Yordania Alami Kekeringan dan Krisis Air Bersih
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Nasabah Setia Bank Sumsel Babel Lubuklinggau Dapat Kejutan Mobil Toyota Rush
-
Apa Itu Hacker Selapan? Sosok di Balik Kasus Bobol Dana BOS Hampir Rp1 Miliar di Prabumulih
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Bupati Bogor: Tidak Ada Ruang Bagi Narkoba, Sikat Hingga ke Akar!
-
Siswa Terima MBG Fresh 5 Hari, Sementara 3B dan Daerah 3T Dapat Menu Kering
-
1.256 SPPG di Indonesia Timur Disuspend, Tak Daftar SLHS dan Tanpa IPAL
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Polisi Buru 3 DPO Pembacokan Cilandak, Senjata Tajam Disembunyikan di Cirendeu
-
20 Tahun Berkarya, Maudy Ayunda Ungkap Momen Emosional saat Casting Pertama
-
Penolakan Menguat, Gus Ipul Dinilai Tak Netral Pimpin Muktamar NU