Kanal YouTube Kreator Bola baru-baru ini mengunggah sebuah video yang berisi soal performa pemain naturalisasi keturunan Indonesia-Belanda saat memperkuat Timnas Indonesia melawan Palestina.
Pada laga FIFA Matchday yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Rabu (14/6/2023) itu, Rafael Struick memang tampil cukup impresif saat dipercaya Shin Tae-yong tampil sebagai starter di skuad Timnas Indonesia.
Penampilan impresif Rafael Struick memang mencuri perhatian. Dia dinilai sebagai salah satu pemain muda yang bakal menjadi tumpuan masa depan Timnas Indonesia.
Namun, kanal YouTube Kreator Bola justru menyebutkan bahwa penampilan pemain asal ADO Den Haag ini seperti membungkam orang-orang yang selama ini menggaungkan semangat Local Pride.
“Dipuji Pelatih Top! Rafael Struick Bungkam Mulut Lokal Pride – Timnas Full Senyum,” bunyi judul yang digunakan oleh kanal YouTube Kreator Bola dalam video yang diunggah pada Kamis (15/6/2023) itu.
Lantas, bagaimana sebetulnya maksud kanal YouTube Kreator Bola soal judul yang menyinggung bahwa Rafael Struick membungkam mulut lokal pride itu? Berikut Bolatimes.com menyajikan faktanya.
PENJELASAN
Jika video unggahan kanal YouTube yang berdurasi 3:03 menit ini dibedah secara lebih mendalam, sebetulnya tidak ada satu pun penjelasan yang mengarah pada sentiment local pride.
Pasalnya, narator dalam video ini hanya memberikan ulasannya soal penampilan impresif pemain berusia 20 tahun itu ketika dipercaya Shin Tae-yong tampil sebagai starter pada laga Timnas Indonesia kontra Palestina.
Baca Juga: 3 Peluang Emas Timnas Indonesia yang Terbuang Percuma di Laga Kontra Palestina
Kreator Bola juga sempat menyinggung soal pujian yang dilayangkan oleh Shin Tae-yong terkait dengan performa Rafael Struick saat mencatatkan laga debutnya bersama skuad Merah Putih.
“Ini menjadi hal yang sangat luar biasa. Shin Tae-yong pun memuji penampilan dari Rafael Struick. Shin Tae-yong pun mengatakan dia menjadi striker masa depan Timnas Indonesia,” bunyi narator dalam video tersebut.
Di luar dari penjelasan itu, tidak ada satu pun penjelasan yang membahas soal sentimen local pride pada video ini.
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa judul yang digunakan oleh kanal YouTube Kreator Bola dalam video unggahannya itu tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya.
Bahkan, tidak ada kesesuaian antara judul yang digunakan oleh kreator video tersebut dengan isi yang disajikan. Hal ini dapat dikategorikan sebagai false-connection alias koneksi yang salah.
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Alphard Ringsek Dihantam Trailer, KH Anwar Zahid Tetap Berangkat Dakwah
-
Lewat BRILink Agen, Danantara Perluas Akses Ekonomi ke Pelosok Negeri
-
Rectors Game: Cara Unik IPB University Sambut dan Bangkitkan Semangat Mahasiswa Baru di MPKMB 63
-
Mengapa Kemenhut Dorong Perdagangan Karbon Berintegritas?
-
Modal Tabungan BRI Rp100 Ribu, Dapatkan Tiket Gratis Modinity Warehouse Sale!
-
Pajak Kontrakan 2027: Bukan Pajak Baru, Ini Tarif dan Cara Hitungnya
-
Penyaluran Pinjaman Modal untuk UMKM Tak Boleh Asal, Bisa Berujung Kredit Macet
-
Belum 24 Jam, Korban Tewas Gempa Bumi Kolombia Tembus 132 Jiwa, Ratusan Orang Terluka Parah
-
TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
-
Kerja Ekstra, Gaji Dipotong: Nasib Ironis Kader Posyandu Cuma Digaji Rp150 Ribu