Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyebut kondisi tiga anak dari korban KDRT yang meninggal dunia di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, telah berangsur membaik dan dirawat oleh keluarga terdekat.
"Saat ini anak-anak korban sudah berada dan dirawat oleh keluarga terdekatnya," kata Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Nahar, Selasa (20/6/2023).
Nahar mengatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi psikologis maupun fisik korban.
Pihaknya mengapresiasi Satuan Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (SPT PPA) Jawa Tengah yang bergerak cepat berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Pati untuk melakukan asesmen awal terhadap kondisi dan kebutuhan ketiga anak korban.
Nahar mengatakan hasil asesmen kepada korban anak AA (2 tahun) dan APW (4 tahun) menunjukkan kondisi kesehatan fisik kedua korban telah membaik.
"Hanya saja, dari hasil asesmen awal tersebut diduga AA dan APW mengalami trauma karena melihat tindak KDRT yang dialami ibu korban," kata Nahar.
Terlebih, APW merupakan anak disabilitas yang memiliki keterbatasan berbicara sehingga kesulitan untuk mengekspresikan emosinya secara verbal.
Sementara korban anak berusia satu bulan juga telah membaik dan diperbolehkan pulang usai dirawat di ICU akibat dehidrasi.
Satuan Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (SPT PPA) Jawa Tengah menindaklanjuti pendampingan korban dengan memberikan layanan pendampingan psikologis kepada AA dan APW.
Baca Juga: Hasil FIFA Matchday: Brasil Dibungkam Senegal 2-4, Jerman Takluk 0-2 dari Kolombia
Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Jawa Tengah juga dilibatkan untuk memberikan pendampingan konseling kepada pihak keluarga korban B yang merawat ketiga korban anak.
"Kami akan terus mengawal dan mendampingi korban dan juga keluarga korban untuk memberikan dan memastikan segala dukungan yang diperlukan, baik secara hukum maupun pemulihan fisik dan psikis," kata Nahar.
Sebelumnya, B (31), seorang ibu rumah tangga meninggal dunia karena akumulasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suami korban, M (35), di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
B ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan wajah lebam-lebam dalam posisi sedang memeluk anaknya yang berusia satu bulan dan dua anak lainnya, AA dan APW berbaring di kaki ibunya.
Ketiga korban anak tersebut ditemukan dalam kondisi lemas. (Sumber: Antara)
Berita Terkait
-
7 Dukungan Bagi Anak Korban KDRT, Jangan Menunggu Jadi Korban
-
4 Rekomendasi Cafe Hits di Pati, Tawarkan Menu Enak yang Memanjakan Lidah
-
Ditelepon Mahfud MD Gegara Polisi Tahan Korban KDRT, Kata Kapolda Irjen Karyoto soal Kasus Putri Balqis
-
Beda Kronologi Keluarga dan Polisi soal Istri Korban KDRT Berujung Jadi Tersangka
-
Istri di Depok Korban KDRT Ditahan Sedangkan Suaminya Tidak, Ini Alasan Polisi
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan