/
Kamis, 22 Juni 2023 | 17:17 WIB
Ilustrasi PSSI terkait timnas Indonesia vs Argentina ((Twitter/PSSI))

FIFA Mathch Day antara Indonesia melawan Argentina sudah selesai beberapa hari lalu dengan kemenangan Albiaceleste 2-0. Tampil spartan di hadapan pendukungnya sendiri, Timnas Indonesia yang dipimpin Asnawi Mangkualam tampil bertahan dan menyerang tanpa mengenal lelah. 

Tak heran, jika kemudian kemenangan Argentina yang hanya 2-0 tersebut juga menjadi perbincangan hangat media di Negeri Tango itu. Meski begitu, mantan pemain di liga Indonesia asal Argentina membuka kebiasaan buruk pemain Indonesia saat jeda laga pertandingan di liga.

Adalah Gustavo Chena yang pernah malang melintang di sejumlah klub liga utama, seperti Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, PSMS Medan, Deltras Sidoarjo, PSIS Semarang, dan akhirnya pensiun di Gresik United pada usia 34 tahun.

Dalam sebuah wawancara dengan media Argentina, infobae.com, Gustavo mengungkapkan kebiasaan buruk pemain Indonesia saat jeda permainan yang tidak diisi dengan asupan bagus untuk stamina.

Selain itu, ia mengungkapkan jika banyak pemain Indonesia yang suka makin gorengan atau 'cemilan berat' sebelum pertandingan atau jeda waktu ke babak kedua.

"Ini adalah salah satu masalah besar dalam sepak bola, karena pemain muda dan profesional tidak mendapat edukasi. Mereka makan ayam goreng sebelum pertandingan atau, saat turun minum, makan hamburger, cokelat, atau donat," ucapnya dalam wawancara yang ditulis Lucas Gatti.

Selain itu, Chena juga mengungkapkan kebiasaan tersebut telah lama ada di pemain Liga Indonesia.

"Mereka telah mempertahankan kebiasaan ini sejak lama karena mereka tidak ingin mengubahnya," ujarnya.

Kondisi tersebut, menurutnya yang menjadi tantangan bagi tim pelatih kepada anak asuhnya karena pemain harus mulai dari nol lagi untuk membiasakan hal yang tidak penting seperti itu.

Baca Juga: Erick Thohir Bongkar Tips Liga Indonesia Naik Kelas di Level Asia: Gimana Mau Kejar Prestasi Kalau Klubnya Sakit

"Mereka harus mulai dengan dasar untuk membimbing mereka untuk memiliki perilaku makan dan mendidik mereka sedikit sehingga akan berguna besok," ucapnya.

Chena pun menceritakan pengalamannya saat pernah beradu mulut dengan salah satu manajer klub saat jeda babak pertama dalam kompetisi liga. Ia dikagetkan dengan hidangan yang ada di ruang ganti.

"Suatu hari, saat bermain di salah satu klub, saya bertengkar dengan manajer karena setelah babak pertama di ruang ganti. Alih-alih meja penuh dengan buah-buahan, yogurt atau sereal, (yang) ada (malah) sekotak pizza dan donat," katanya sembari tertawa.

Saat itu, ia mengaku heran dengan kebiasaan makan donat sebelum melanjutkan pertandingan di babak kedua. Namun, Chena memaklumi kebiasaan tersebut karena merasa tidak enak.

"Jadi itu harus menjadi bagian dari edukasi yang tidak pernah mereka miliki," ujarnya. 

Meski begitu, ia mengungkapkan, perlahan tapi pasti ada perubahan yang terjadi terhadap pemain di Liga Indonesia. Namun, ia mengungkapkan, jika posisi Indonesia cukup jauh tertinggal dari Argentina dalam sepakbola.

"Baru sekarang mereka berinovasi dengan akademi sepak bola untuk anak laki-laki berusia 12 tahun ke atas. Begitu juga olahraga ini banyak berubah karena banyak pelatih asing dan mereka menetap. Tapi mereka cukup jauh dari kita," ujarnya.

Load More