- Fortune Indonesia merilis daftar tahunan 40 Under 40 edisi 2026 untuk merangkum individu berpengaruh di Indonesia.
- William Sutanto, CEO INDODAX, masuk daftar karena perannya dalam mengawal keamanan dan kepatuhan industri aset kripto nasional.
- Inklusi sektor kripto menandai pengakuan terhadap ekonomi digital yang semakin berkembang dan pentingnya kepercayaan publik.
Suara.com - Fortune Indonesia kembali meluncurkan daftar tahunan Fortune 40 Under 40 untuk edisi 2026. Daftar ini merangkum deretan individu di bawah usia 40 tahun yang dinilai memberikan dampak signifikan dalam berbagai lini industri di tanah air.
Salah satu sosok yang masuk dalam kurasi tahun ini adalah William Sutanto, CEO dari bursa aset kripto INDODAX.
Kehadiran figur dari sektor teknologi finansial, khususnya aset digital, dalam daftar tersebut menandai pergeseran arah ekonomi digital Indonesia yang kini semakin inklusif.
Proses pemilihan tokoh-tokoh ini dilakukan melalui tahapan kurasi yang mempertimbangkan kontribusi, inovasi, serta pengaruh yang mereka bawa dalam ekosistem masing-masing.
Tahun 2026 merupakan tahun kelima sejak Fortune Indonesia pertama kali menerbitkan daftar 40 Under 40 pada tahun 2022.
Dalam perjalanannya, daftar ini menjadi barometer bagi profesional muda di Indonesia untuk melihat siapa saja penggerak perubahan di sektor bisnis, pemerintahan, sosial, hingga hiburan dan olahraga.
Pemilihan William Sutanto didasarkan pada perannya dalam mengawal perkembangan industri aset kripto di Indonesia.
Selama memimpin INDODAX, William Sutanto memfokuskan strategi perusahaan pada aspek fundamental, yakni keamanan dan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku di Indonesia.
Pertumbuhan industri kripto yang sangat dinamis menuntut adanya figur pemimpin yang mampu menyeimbangkan inovasi produk dengan perlindungan konsumen.
Baca Juga: Bursa Kripto Global Ini Catatkan Kepemilikan Aset Rp486 Triliun
Dalam menjalankan operasional bisnisnya, transparansi menjadi pilar yang terus diperkuat untuk memberikan kepastian bagi para pengguna.
Hal ini dianggap krusial mengingat karakteristik aset digital yang memiliki volatilitas tinggi. Kehadiran pemimpin yang mengedepankan edukasi publik diharapkan dapat meminimalisir risiko bagi investor pemula di pasar digital.
“Di industri aset digital, trust adalah fondasi utama. Tanpa kepercayaan, konsumen bisa pergi hanya dalam hitungan menit. Karena itu, setiap tantangan harus dijawab dengan tanggung jawab dan transparansi penuh. Bagi kami, peran INDODAX bukan sekadar tempat titip aset dan transaksi, tetapi menjadi mitra dalam pertumbuhan aset para konsumen. Ketika nasabah merasa aman dan lancar, di situlah keberlanjutan bisnis tercipta,” ujar William melalui keterangannya, Jumat lalu.
Masuknya sektor kripto dalam daftar tokoh berpengaruh Fortune Indonesia mencerminkan pengakuan media dan pelaku bisnis terhadap potensi ekonomi baru ini. Pencapaian di awal tahun 2026 ini dipandang sebagai momentum untuk memperkuat kredibilitas perusahaan di hadapan pemangku kepentingan, mulai dari regulator, investor, hingga masyarakat umum.
Integrasi antara teknologi canggih dan tata kelola yang prudent (bijaksana) menjadi fokus utama perusahaan dalam menjaga ekosistem yang sehat.
Keberlanjutan bisnis di sektor aset digital sangat bergantung pada bagaimana sebuah platform mampu melindungi aset anggotanya dari berbagai ancaman keamanan siber dan ketidakpastian pasar.
Berita Terkait
-
Investor Kripto Indonesia Mencapai 20,19 Juta, Indodax Sukses Bukukan Transaksi Rp201 Triliun
-
Antusiasme Tinggi, Waitlist Beta Bittime Flexible Futures Batch Pertama Gaet Ribuan Partisipan
-
Perangi Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme, Ekosistem Aset Digital Kian Diperkuat
-
Drama China Fangs of Fortune: Dua Dunia di Ambang Kekacauan
-
Bitcoin Kembali ke Level USD 70.000: Akumulasi Nyata atau Jebakan Bull Trap?
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang
-
Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen