Wakil Ketua Umum Partai Ummat Buni Yani mengungkapkan salah satu syarat ideal menjadi Wali Kota Depok.
Persaingan pemilihan wali kota Depok ini jadi perbincangan usai munculnya isu Kaesang Pangarep akan ikut mencalonkan diri.
"Idealnya walkot Depok adalah seorang penghapal Qur'an minimal juz 30 agar bisa menjadi imam shalat dengan bacaan yang lumayan," tulis Buni Yani dalam keterangannya.
Buni Yani menambahkan agar pemimpin Depok nantinya bukan berasal dari golongan yang membiarkan kemaksiatan.
"Tapi kalau tidak, ya janganlah mereka yang terang-terangan melanggar syariat seperti makan babi, tidak shalat, dllnya. Ini melecehkan warga Depok," jelasnya.
Sebelumnya, Partai Ummat mencalonkan Buni Yani untuk maju jadi Wali Kota Depok bersaing dengan Kaesang.
"Buni Yani, orang yang sederhana dan peduli pada masyarakat ini perlu kita dukung. Buni Yani untuk Depok Berkemajuan. Pendukung Buni Yani domisili Depok DM ya, kita bangun kekuatan untuk Bang Buni," kata politisi Partai Ummat Helmi Felis.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Baca Juga: Ratu Seluncur Indah Kim Yuna Tak Ingin Sang Anak Ikuti Jejaknya Kelak
Berita Terkait
-
Fans Berat! Jauh-jauh ke Korea Selatan, Kaesang Tetap Pakai Kaos Prabowo
-
Tolak Kasih Foto ke Giring Karena Wajahnya Jelek, Gibran Dibanding-bandingkan dengan Kaesang
-
Dituding Jatuh Citra Kaesang Jelang Pemilu, Erina Gudono Jawab Blak-blakan Dalang Dibalik Ucapannya
-
Menerka Ketidakjelasan Kaesang Pangarep Maju Pilwakot Depok, Serius Tidak?
-
Erina Gudono Sebut Kaesang Pangarep Asal Lempar Baju Kotor, Memangnya Semua Lelaki Begitu Ya?
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Kenapa Baterai Smartwatch Cepat Habis? Ini 5 Cara Menghematnya agar Tahan Lama
-
Dorong Inovasi PAI dan Kualitas Pendidikan, UNY Bekali Guru dengan Project Based Learning
-
Harga Daihatsu Rocky Bekas Manual Makin Menggoda: LCGC Kalah Murah, Intip Spesifikasinya
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Telepon PLN 123 Apakah Gratis? Cara Lapor Pemadaman Listrik yang Sering Terjadi
-
PAI UNY Dorong Guru PAI SMA Jogja Terapkan Kesetaraan Gender Berbasis Islam
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
Mulai dari 50 Ribuan! 5 Pilihan Physical Sunscreen Terbaik untuk Kulit Berjerawat
-
Turki Tersingkir Tragis dari Piala Dunia 2026 usai Kalah dari 10 Pemain Paraguay
-
CSI Banting Harga Chery E5, Turun Sampai Rp 40 Juta