Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti gerak-gerik Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Menurutnya, bakal capres 2024 dari Partai Gerindra itu terus mengekor Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Jhon Sitorus mencontohkan momen setiap Jokowi selesai bertemu dengan bakal capres dari PDIP Ganjar Pranowo, Prabowo bakal ikut-ikutan menemui orang nomor satu di Indonesia itu keesokan harinya.
"Prabowo begitu bergantung sama Jokowi, mengapa? Di antara 3 nama capres, ada 1 nama yang terlihat begitu ngekor Jokowi terus," cuit Jhon Sitorus lewat akun Twitternya, Sabtu (24/6/2023).
"Bahkan sering kali begitu Jokowi selesai ketemu Ganjar, Prabowo langsung show off pertemuan dengan Jokowi besoknya. Prabowo seperti tak mau kalah," sambungnya.
Tak sampai di situ, Jhon Sitorus juga menyoroti jaket yang dikenakan Prabowo dalam FIFA Matchday Indonesia vs Argentina di GBK pada Senin (19/6/2023). Kala itu, Prabowo mengenakan jaket timnas Indonesia berwarna merah dengan nomor punggung 08.
Jhon Sitorus lantas menilai nomor punggung 08 itu kode Prabowo ingin menjadi Presiden RI ke-8. Ia pun lantas mempertanyakan mengapa Ketua Umum Partai Gerindra itu bisa sangat berambisi.
"Bahkan pertemuannya kerap menyajikan simbol-simbol tertentu, termasuk event timnas Indonesia vs Argentina di GBK. Memakai jaket 08 (Presiden ke-8), sekaligus dimanfaatkan sebagai soft campaign partai di arena olahraga. Mengapa Prabowo semasif itu?" tanya Jhon Sitorus.
Jhon Sitorus menilai bahwa Prabowo sudah kehilangan pendukung. Salah satu alasannya karena Prabowo memutuskan bergabung ke pemerintahan Jokowi dengan menerima tawaran menjadi Menteri Pertahanan.
"Prabowo kehilanga konstituen. Masih ingat 2019 lalu begitu banyak pemilih Prabowo yang kecewa karena Prabowo mau jadi pembantu Jokowi sebagai Menhan?" tanya Jhon Sitorus.
Baca Juga: 4 Cara Mengalahkan Aeronblight Drake di Game Genshin Impact
"Dukungan parpol juga berkurang. PKS, partai paling setia bersama Prabowo sejak 2019 memilih tak mendukung Prabowo," tambahnya.
Karena itu Prabowo, kata Jhon Sitorus, sedang mengalami dilema besar untuk mencari dukungan. Tak heran ia menilai Prabowo kini lebih sering 'mengekor' Presiden Jokowi.
"Kehilangan konstituen dan dukungan Parpol yang dulu loyal ini dilema besar. Tak mudah untuk mengembalikan dukungan sebesar 2019 lalu. Sudah kepalang basah, ya sekalian saja neguk airnya. Prabowo mau gak mau harus ngekor di belakang Jokowi demi tuah elektoral Jokowi," ujar Jhon Sitorus.
"Dulu terang-terangan menghina Jokowi dengan menyebut Tukang Andong, disetir janda, antek asing, planga plongo, sekarang berbalik menjilat ludahnya sendiri. Belum ada aba-aba bahkan sudah 'Siap pak presiden', terlihat lucu memang. Sungguh tontonan yang menarik dan mengandung komedi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Sebelum Dimakamkan, Prabowo Melayat ke Rumah Duka Mendiang Desmond
-
Jarang Diketahui Publik, Ini Jejak Kisah Cinta Prabowo dan Titiek Soeharto
-
Profil Titiek Soeharto, Mantan Istri yang Masih Temani dan Support Prabowo
-
Puja-puji Prabowo untuk Anak Jokowi: Gibran Sosok Pemimpin Hari Ini dan Masa Depan
-
Sambil Ngerangkul, Prabowo Sebut Gibran Sosok Pemimpin Hari Ini dan Masa Depan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Generasi Muda Makin Ramai Masuk Bisnis Waralaba, Mengapa Sektor F&B hingga Ritel Jadi Favorit?
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Lolos dari Lubang Jarum, Ekuador Tebas Jerman dan Melaju ke Babak 32 Besar
-
LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar
-
Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan
-
Makan Siang Terakhir di Coban Gede: Keriangan 9 Pelajar SMKN 1 Gempol Berujung Tragedi
-
Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna: Teman Teduh Memeluk Kerapuhan
-
Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed
-
DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru