/
Sabtu, 24 Juni 2023 | 12:22 WIB
Presiden Jokowi dan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. ((Twitter/Miduk17))

Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti gerak-gerik Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Menurutnya, bakal capres 2024 dari Partai Gerindra itu terus mengekor Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Jhon Sitorus mencontohkan momen setiap Jokowi selesai bertemu dengan bakal capres dari PDIP Ganjar Pranowo, Prabowo bakal ikut-ikutan menemui orang nomor satu di Indonesia itu keesokan harinya.

"Prabowo begitu bergantung sama Jokowi, mengapa? Di antara 3 nama capres, ada 1 nama yang terlihat begitu ngekor Jokowi terus," cuit Jhon Sitorus lewat akun Twitternya, Sabtu (24/6/2023).

"Bahkan sering kali begitu Jokowi selesai ketemu Ganjar, Prabowo langsung show off pertemuan dengan Jokowi besoknya. Prabowo seperti tak mau kalah," sambungnya.

Tak sampai di situ, Jhon Sitorus juga menyoroti jaket yang dikenakan Prabowo dalam FIFA Matchday Indonesia vs Argentina di GBK pada Senin (19/6/2023). Kala itu, Prabowo mengenakan jaket timnas Indonesia berwarna merah dengan nomor punggung 08.

Jhon Sitorus lantas menilai nomor punggung 08 itu kode Prabowo ingin menjadi Presiden RI ke-8. Ia pun lantas mempertanyakan mengapa Ketua Umum Partai Gerindra itu bisa sangat berambisi.

"Bahkan pertemuannya kerap menyajikan simbol-simbol tertentu, termasuk event timnas Indonesia vs Argentina di GBK. Memakai jaket 08 (Presiden ke-8), sekaligus dimanfaatkan sebagai soft campaign partai di arena olahraga. Mengapa Prabowo semasif itu?" tanya Jhon Sitorus.

Jhon Sitorus menilai bahwa Prabowo sudah kehilangan pendukung. Salah satu alasannya karena Prabowo memutuskan bergabung ke pemerintahan Jokowi dengan menerima tawaran menjadi Menteri Pertahanan.

"Prabowo kehilanga konstituen. Masih ingat 2019 lalu begitu banyak pemilih Prabowo yang kecewa karena Prabowo mau jadi pembantu Jokowi sebagai Menhan?" tanya Jhon Sitorus.

Baca Juga: 4 Cara Mengalahkan Aeronblight Drake di Game Genshin Impact

"Dukungan parpol juga berkurang. PKS, partai paling setia bersama Prabowo sejak 2019 memilih tak mendukung Prabowo," tambahnya.

Karena itu Prabowo, kata Jhon Sitorus, sedang mengalami dilema besar untuk mencari dukungan. Tak heran ia menilai Prabowo kini lebih sering 'mengekor' Presiden Jokowi.

"Kehilangan konstituen dan dukungan Parpol yang dulu loyal ini dilema besar. Tak mudah untuk mengembalikan dukungan sebesar 2019 lalu. Sudah kepalang basah, ya sekalian saja neguk airnya. Prabowo mau gak mau harus ngekor di belakang Jokowi demi tuah elektoral Jokowi," ujar Jhon Sitorus.

"Dulu terang-terangan menghina Jokowi dengan menyebut Tukang Andong, disetir janda, antek asing, planga plongo, sekarang berbalik menjilat ludahnya sendiri. Belum ada aba-aba bahkan sudah 'Siap pak presiden', terlihat lucu memang. Sungguh tontonan yang menarik dan mengandung komedi," pungkasnya.

Load More