Beredar kabar pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang, membongkar nama tiga jenderal yang menjadi beking Ponpes Al Zaytun.
Kabar itu dibagikan lewat video oleh akun YouTube LIDAH RAKYAT pada Selasa, 27 Juni 2023. Hingga berita ini dipublikasikan, video itu sedikitnya telah disaksikan 9,5 ribu kali.
Dalam narasinya, akun ini menyebut bahwa tiga nama jenderal sudah dibocorkan oleh Panji Gumilang. Ketiga jenderal itu deisebut merupakan sosok yang terlibat atas Ponpes Al Zaytun.
Adapun narasi yang dibagikan LIDAH RAKYAT sebagai berikut:
“Akhirnya Panji Gumilang Bocorkan 3 Nama Jendral Ini Di Balik Ponpes Al zaytun Selama Ini!!Viral News.”
Sementara itu, narasi yang tertulis dalam sampul video atau thumbnail sebagai berikut:
“BREAKING NEWS!! 3 NAMA JENDERAL TERSERET. PANJI GUMILANG BOCORKAN KETERLIBATAN MEREKA ATAS PONPES AL ZAYTUN.”
Lantas benarkah narasi tersebut?
PENJELASAN
Baca Juga: Sinopsis Not Others, Drama Sooyoung SNSD yang Tayang di Bulan Juli
Berdasarkan penelusuran, narasi tiga nama jenderal di balik Ponpes Al Zaytun dibongkar oleh Panji Gumilang adalah kabar tidak benar.
Faktanya, isi video sama sekali tidak memberikan informasi kredibel mengenai tiga nama jenderal yang membekingi Ponpes Al Zaytun. Begitu pula tidak ada sumber valid yang membuktikan Panji Gumilang menyebut tiga nama jenderal di balik Ponpes Al Zaytun.
Sebaliknya, video itu berisi narator yang membacakan artikel milik nasional.tempo.co. Artikel yang dimaksud berjudul “Nama Mereka Disebut Soal Ponpes Al Zaytun: Ali Moertopo, Wiranto, Hendropriyono, Moeldoko.”
Artikel itu membahas tentang kelambanan pemerintah dalam menangani kasus dugaan penyimpangan ajaran di Ponpes Al Zaytun. Isi artikel juga memuat tanggapan mantan pendiri Ponpes Al Zaytun, Imam Supriyanto mengenai adanya tokoh besar di belakang ponpes tersebut.
Imam Supriyanto sendiri tidak menyebutkan nama tokoh besar yang menjadi beking Ponpes Al Zaytun. Namun ia hanya memberikan kisi-kisi dengan menyebut 'Pak Kumis'. Sosok Pak Kumis itu belakangan disebut-sebut merupakan mantan Kepala BIN Hendropriyono.
KESIMPULAN
Berita Terkait
-
Sederet Hal Tak Lazim di Ponpes Al-Zaytun, Muhammadiyah Menyebut Perlu Ditertibkan
-
CEK FAKTA: Panji Gumilang Hamili 27 Santri, UAS Minta Agar Dihukum Mati, Benarkah?
-
Mahfud MD Pastikan Polri Takkan Abaikan Proses Hukum Ponpes Al Zaytun
-
Mahfud MD Pastikan Pemerintah Akan Evaluasi Total Ponpes Al Zaytun
-
Kesal Al Zaytun Dituding Sesat, Panji Gumilang Sebut MUI Sarang Teroris: Bisa Dibantah Nggak Itu?
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit
-
KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar
-
Geger! Niat Cari Kepiting, Nelayan di Jambi Malah Temukan Kerangka Manusia Setinggi 155 Sentimeter
-
Pengabdi Setan 2: Communion, Teror Mencekam di Rusun Tua, Malam Ini di Trans 7
-
Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?
-
Belum Balik Kerja? Ini 7 Tempat Wisata di Lampung yang Justru Sepi Setelah Lebaran
-
Krisis Energi Global, Menteri Bahlil Garansi: Kita Tidak Impor Solar, Bensin Hanya 50 Persen
-
Kunjungi Guru Ngaji Jokowi, Gibran Minta Doa untuk Sang Ayah
-
Pakar Ungkap Alasan Iran Tak Terkalahkan: AS Ingin 'Total Surrender', Iran Balas dengan 'Total War'!
-
Demi Hemat Anggaran, Nyala Lampu dan AC di Gedung DPR Dibatasi hingga Jam 8 Malam